Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Terkait Khilafatul Muslimin Jepara, Polisi Periksa Tiga Orang

Terkait Khilafatul Muslimin Jepara, Polisi Periksa Tiga Orang
Pencabutan plang Khilafatul Muslimin oleh aparat di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Jepara. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Selain mencabut papan nama atau plang Khilafatul Muslimin Jepara, Polisi juga memanggil tiga orang terkait itu. Mereka dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait aktivitas kelompok yang sedang dipantau pemerintah itu.

”Kita sudah melakukan identifikasi terhadap simpatisan-simpatisan dari Khilafatul Muslimin ini,” kata kata Kapolres Jepara AKBP Warsono, Jumat (10/6/2022).

Ketiga orang itu merupakan warga Kabupaten Jepara. Satu di antaranya merupakan perwakilan Khilafatul Muslimin di Jepara.

Baca: Plang Khilafatul Muslimin di Jepara Diamankan, Ini Alasannya

Warsono mengatakan, selama pandemi Covid-19, aktivitas-aktivitas Khilafatul Muslimin Ummul Quro Jepara vakum.

”Tidak ada aktivitas dan vakum. Kita akan melakukan pendalaman-pendalaman klarifikasi terkait aktivitas-aktivitas yang ada di Jepara ini,” imbuh dia.

Keterangan Warsono itu berbanding terbalik dengan penyampaian sesepuh Khilafatul Muslimin Jepara, Murtadho (63) warga RT 4/RW 3, Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Di depan rumahnya, terdapat plang Khilafatul Muslimin.

”Sampai sekarang aktivitas kami masih aktif,” kata Murtadho saat ditemui Murianews di rumahnya, Kamis (9/6/2022) pagi.

Murtadho menyebut, ada dua aktivitas utama dari perkumpulan Khilafatul Muslimin. Yaitu majelis taklim atau pengajian internal dan syiar ke luar menggunakan sepeda motor.

Sejauh ini, aktivitas majelis taklim masih terus berlangsung. Dalam satu bulan, agenda itu bisa berlangsung sampai empat kali. Dalam agenda itu, mereka mengkaji Alquran dan Hadist.

”Biasanya malam Ahad (Minggu, red) di sini. Kadang di rumah teman. Siapa yang siap ditempati, bergiliran,” jelas mantan Amir Ummul Quro Khilafatul Muslimin Jepara periode 2017 itu.

Dikatakan Murtadho jemaah Khilafatul Muslimin di Jepara ada sekitar 80 orang. Mereka tersebar di beberapa desa di Jepara. Seperti di Desa Selagi dan Plajan Kecamatan Pakis Aji, Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo, di Kecamatan Pecangaan, Desa Kuanyar Kecamatan Mayong dan sejumlah desa lain.

”Kalau yang di Kecamatan Mayong sendiri jamaahnya tidak ada sepuluh orang,” ungkap Murtadho.

Agenda majelis taklim itu, kata dia, tidak hanya diikuti jamaah dari Kabupaten Jepara saja. Melainkan ada yang dari luar kota. Seperti Kabupaten Kudus, Pati, Semarang.

”Kadang kita (jamaah Jepara, red) yang datang ke Semarang. Kadang sebaliknya,” pungkas dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...