Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pandemi Covid-19, Bikin Regenerasi Atlet Taekwondo Grobogan Terganggu

Taekwondo Grobogan
Para atlet taekwondo Grobogan dalam salah satu sesi latihan, baru-baru ini. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak dua tahun lalu turut mempengaruhi regenerasi atlet taekwondo di Grobogan. Menurut Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Grobogan, kondisi di kabupaten Grobogan berbeda dengan di wilayah perkotaan.

Ketua Harian TI Grobogan Baku Sujarwo menerangkan, sebelum pandemi menerjang, tim pelatih sering mampu mendidik atlet hingga berprestasi di ajang nasional. Namun, semenjak dua tahun lalu, regenerasi macet.

“Pandemi berpengaruh dengan latihan kalau di kota kecil seperti Grobogan. Beda dengan di kota-kota besar. Orang kan memprioritaskan ekonomi, akhirnya tidak mau berangkat latihan,” kata Baku, Jumat (10/6/2022).

Baku menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, para atlet usia dini SD hingga SMP binaannya sering kali mampu tampil di level Jateng hingga nasional. Namun semenjak pandemi, karena latihan terganggu, prestasi ikut terganggu.

BACA JUGA: Taekwondo Grobogan Gelar Kejuaraan Untuk Pemula Akhir Juni

“Tahun-tahun sebelumnya, ada SD, SMP yang lolos Jateng, bahkan sampai lolos nasional,” tambahnya.

Menurut Baku, di kota-kota besar, latihan taekwondo tetap berjalan selama pandemi. Hal itulah yang membuat prestasi mereka tetap stabil. Meski begitu, dia optimis regenerasi atlet taekwondo Grobogan akan segera membaik.

Untuk agenda latihan, tim pelatih menjadwalkan sepekan lima kali, yakni Senin-Jumat. Kemudian, untuk Sabtu dan Minggu akan dilakukan pemusatan latihan. Selain di gedung PGRI, latihan juga dilakukan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi.

“Regulernya yang fisik di Stadion, untuk teknik di PGRI,” imbuhnya.

Tidak cukup hanya latihan dengan sesama atlet dari Grobogan, tim pelatih selalu berusaha mengagendakan try out dengan atlet luar daerah. Tentu, harapannya pengalaman para atlet lokal lebih baik.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...