Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Survei SMRC: PDIP Dapat Dukungan Terbesar Jika Pemilu Digelar Sekarang

Survei SMRC: PDIP Dapat Dukungan Terbesar Jika Pemilu Digelar Sekarang
Hasil Survei SMRC (Dok. SMRC)

MURIANEWS, Jakarta – Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan hasil survei terbaru terkait `Dinamika Partai dan Presiden Menjelang 2024. Dalam survei tersebut, apabila pemilu dilakukan sekarang, maka PDIP akan mendapatkan dukungan paling banyak dari masyarakat.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi hasil survei menyampaikan bahwa jika pemilihan diadakan sekarang, PDIP mendapat dukungan terbesar, 23,7 persen. Disusul kemudian Partai Gerindra 9,2 persen, Partai Golkar 8,3 persen, PKB 6,2 persen, Demokrat 5,7 persen.

Kemudian dua partai yang paling buncit adalah PKS dengan perolehan dukungan 2,5 persen dan Partai Nasdem dengan perolehan dukungan 2 persen.

Baca: KPU Bertemu Jokowi, Bahas Pemilu Hingga Kerahkan Menterinya 

“Sementara partai-partai lain di bawah 2 persen. Masih ada 35,6 persen yang belum menentukan pilihan,” katanya dalam keterangan yang diterima Murianews, Jumat (10/6/2022).

Deni menjelaskan berdasarkan temuan ini, peta dukungan publik pada partai-partai politik tidak berubah. PDIP masih tetap di klaster pertama sendirian. PDIP masih berpeluang menjadi partai pemenang suara terbanyak, atau mempertahankan hasil Pemilu 2014 dan 2019.

Baca: Survei Poltracking, Elektabilitas Ganjar Melonjak

“Dibanding hasil pemilu 2019, dukungan kepada PDIP mengalami kenaikan dari 19.3 persen menjadi 23,7 persen. Sementara partai-partai lain cenderung menurun,” papar Deni.

Klaster kedua ditempati oleh Gerindra dan Golkar. Di klaster ketiga, ada PKB dan Demokrat. Sementara klaster keempat diisi oleh partai-partai lain di parlemen sekarang. Di klaster kelima, ada partai-partai non-parlemen.

Gerindra menurun dari 12,6 persen pada Pemilu 2019 menjadi 9,2 persen pada Mei 2022. Sementara Golkar juga turun dari 12,3 persen menjadi 8,3 persen di periode yang sama.

Baca: Hasil Survei IPO: 60 Persen Responden Tidak Puas dengan Kinerja Jokowi-Ma`ruf

Survei ini dilakukan pada 10 – 17 Mei 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden.  Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...