Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pilu! Siswi SMK di Sragen Diduga Diperkosa saat PKL

ilustrasi. (freepik)

MURIANEWS, Sragen — Dugaan kasus pemerkosaan terhadap salah satu siswi SMK terjadi di Sragen. Pemerkosaan tersebut terjadi saat korban sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di toko peralatan internet, Jumat (22/4/2022) lalu.

Sayangnya, setelah dilaporkan ke polisi, pelaku justru melaporkan balik korban dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Korban kini mendapat pendampingan dari Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen untuk mencari keadilan.

Sementara, kasus tersebut kini terus berlanjut dan ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

Ketua APPS Sragen, Sugiarsi mengatakan sehari setelah kejadian, korban yang masih berusia 16 tahun langsung melapor ke Mapolres Sragen. Tepatnya pada Sabtu (23/4/2022) lalu.

”Kejahatan seksual itu diadukan korban kepada orang tuanya pada sore harinya setelah pulang dari PKL. Pada keesokan harinya, 23 April 2022, kasus itu dilaporkan ke Polres Sragen dan kemudian meminta pendampingan ke APPS. Pelakunya diduga bos tempat korban melakukan PKL. Polres sudah memeriksa saksi-saksi dan mengambil visum terhadap korban,” ujar Sugiarsi seperti dikutip Solopos.com.

Saat itu kondisi psikis korban mengalami trauma dan stres. Sugiarsi melakukan terapi psikologis terhadap korban hingga akhirnya mau kembali ke sekolah.

Saat diperkosa, korban sempat diancam bahwa perbuatan pacarannya akan dilaporkan ke orang tua jika tak menurut. Aksi bejat itu dilakukan di kamar pelaku.

”Saat itu korban sempat berteriak meminta tolong tetapi tidak ada yang datang. Meski siang hari kondisinya sepi. Rekan sesama pelajar ditugaskan untuk pasang Wifi di daerah,” katanya.

Lebih jauh Sugiarsi prihatin dengan tindakan pelaku yang melaporkan balik korban ke Polsek Sambirejo atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Tindakan keluarga korban yang datang ke rumah pelaku setelah kejadian pemerkosaan, dianggap sebagai perbuatan tidak menyenangkan.

Sementara itu, Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kasi Humas, AKP Suwarso, membenarkan adanya laporan kasus dugaan pemerkosaan terhadap siswi SMK. Kini kasus tersebut ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Sragen. Tahapannya masih penyelidikan meski sudah sebulan berlalu sejak kasus itu dilaporkan.

”Laporannya sudah diterima. Pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Visum terhadap korban juga sudah diambil. Gelar perkara pernah dilakukan sekali. Perkembangan sampai sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Suwarso.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...