Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Senangnya Sunarti, Dikunjungi Ganjar Rumahnya Langsung Dibedah

Gubernur Ganjar saat mengunjungi rumah Sunarti di Desa Pasuruhan, Kamis (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Mimpi Sunarti, warga Desa Pasuruan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah untuk punya rumah yang layak huni sebentar lagi terwujud.

Rumahnya yang kini hanya beralas tanah itupun akan dibedah lebih nyaman lagi oleh Pemprov Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bahkan sempat mampir ke rumahnya, Kamis (9/6/2022). Di sana, dia melihat Sunarti harus tidur berdesakan dengan suaminya dan dua anaknya yang telah beranjak dewasa. Temboknya pun sebagian besar masih bermaterial kayu triplek.

Ganjar, lantas bertanya apakah Sunarti mau rumahnya diperbaiki. Guyonan ala Ganjar itu pun ditanggapi malu-malu oleh Sunarti. Sejurus kemudian, Ganjar menyerahkan simbolis uang pentasharufan dari Baznas sebesar Rp 20 juta.

Alhamdulillah Bu Sunarti bisa mendapatkan bantuan. Angka ini adalah angka stimulan saja. Sebelum ini sudah diberi bantuan listrik dari ESDM, terus kemudian lihat rumahnya nggak bagus dibantu stimulan ini,” kata Ganjar.

Selanjutnya, dia pun berharap baik dari keluarga, tetangga dan warga lingkungan rumah Sunarti bisa dan mau bergotong-royong untuk membantu pembangunan rumahnya.

“Karena sudah nabung batu bata maka berikutnya kita minta spirit gotong royong dari warga untuk bantu. Mudah-mudahan lebih baik, lebih layak, lebih sehat, karena tadi tidurnya di bawah satu tempat tidur dipakai untuk tiga dan udah besar,” tandasnya.

Baca: Ganjar Disambati Emak-Emak Buruh Rokok di Kudus soal BLT

Sunarti sendiri, mengaku senang akhirnya impian melihat rumahnya diperbaiki segera terwujud. Wanita yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh di pabrik roti itu pun mengucapkan terima kasih kepada Ganjar dan Pemprov Jawa Tengah.

“Tinggal di sini sudah dari kecil. Ada empat kepala satu rumah. Ya sudah nabung batu-bata. Sehari-hari kerja pembungkus roti, kadang berangkat kadang enggak. Upahnya 70-100ribu. Nggak pasti. Senang banget alhamdulillah bisa diperbaiki rumahnya,” tutur Sunarti.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...