Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemerkosa Disabilitas di Grobogan Divonis Delapan Tahun

Pemerkosa Disabilitas di Grobogan Divonis Delapan Tahun
Ilustrasi

MURIANEWS, Grobogan – Pemerkosa perempuan disabilitas di Kecamatan Gubug, Grobogan, M divonis delapan tahun bui. M terbukti melanggar pasal 285 KUHP tentang tindakan pemerkosaan di luar perkawinan dengan kekerasan atau tanpa kekerasan.

Kasi Intel Kejari Grobogan Frengky Wibowo menerangkan, putusan itu lebih rendah dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang Senin (23/5/2022).

Di mana, lanjut Frengky, saat itu, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman sembilan tahun penjara. Dalam sidang putusan, Senin (6/6/2022) lalu, terdakwa hanya divonis delapan tahun penjara.

Baca: Kasus Pemerkosaan Disabilitas Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Grobogan

“Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purwodadi menjatuhkan penjara terhadap terdakwa M selama delapan tahun,” paparnya, Kamis (9/6/2022).

Atas putusan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukum Pangestu Ismuarga Wahyu akan mengajukan banding. Namun, itu masih bersifat lisan.

“Baru lisan, belum ada aktanya (terkait banding, red),” tambah Frengky.

Berdasarkan penelusuran Murianews, M sempat mengajukan praperadilan pada 1 Maret 2022 lalu atas penetapannya sebagai tersangka.

Pihak tergugat dalam praperadilan itu yakni Kapolsek Gubug. Namun, belakangan gugatan praperadilan itu dicabut pada 31 Maret 2022.

Sebagaimana diberitakan, M diduga telah memperkosa perempuan disabilitas dari Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Korban tak lain adalah tetangganya sendiri.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Januari 2022 lalu. Hal itu diketahui setelah korban mengalami trauma dan memberi kode ada yang memperkosanya. Korban pun menunjukkan rumah M saat ditanya keluarganya.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek setempat. M pun diciduk dari rumahnya. Terungkap juga, M pernah melakukan hal serupa terhadap perempuan di lain desanya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...