Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Bupati Banjarnegara Divonis Delapan Tahun, Begini Respon Jaksa KPK

Ilustrasi

MURIANEWS, Semarang – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor memvonis Bupati (nonaktif) Banjarnegara Budhi Sarwono dan orang kepercayaannya, Kedy Afandi dengan hukuman delapan tahun penjara, Kamis (9/6/2022).

Terkait hal itu Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto mengaku akan meminta pendapat kepada pimpinan KPK terkait langkah selanjutnya, banding atau tidak.

Baca: Bupati Banjarnegara Divonis Delapan Tahun Penjara

”Nanti ke pimpinan minta pendapat apakah banding atau tidak,” katanya seperti dilansir dari Detik.com.

Ia menjelaskan, berdasarkan sudut pandang hakim, terdakwa satu yaitu Budhi tidak mendapatkan uang dari terdakwa dua. Atas keputusan itu, Budhi juga dinilai tidak terbukti mendapat gratifikasi.

”Namun menurut kami, memandang terdakwa dua ini representasi terdakwa satu. Itu masuk pada terdakwa satu melalui terdakwa dua. Jadi sebenarnya sama saja,” ungkapnya.

Di sisi lain, penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan tersangka Budhi masih tetap berjalan meski vonis hari menyebut Budhi tidak terbukti dalam perkataan gratifikasi.

”Ini tidak menghentikan penyidikan yang berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, hakim anggota Lujianto sempat menyebutkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hakim menilai Budhi tidak mengakui perbuatannya dan dia menjabat kepala daerah namun tidak mendukung pemerintahan yang bersih.

Baca: JPU KPK Minta Vonis Bupati Banjarnegara Sesuai Tuntutan

”Terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan, kooperatif menjalani proses pengadilan, dan punya tanggungan keluarga,” jelas Lujianto.

Mendengar vonis itu Budhi dan Kedy yang hadir secara virtual langsung berkoordinasi dengan kuasa hukum. Baik pihak terdakwa dan Jaksa KPK menyatakan pikir-pikir.

”Kami nyatakan pikir-pikir,” kuasa hukum Budhi yang juga hadir secara daring.

Untuk diketahui, Budhi dan Kedy terjerat kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018 dan gratifikasi saat masih menjabat sebagai Bupati Banjarnegara. Budhi Sarwono didakwa menerima suap senilai Rp 18,7 miliar. Jaksa juga sempat menyebut keduanya terlibat gratifikasi senilai Rp 7,4 miliar.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...