Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PMK Mewabah, Peternak Grobogan Dilarang Jual Ternaknya ke Luar Daerah

PMK Mewabah, Peternak Grobogan Dilarang Jual Ternaknya ke Luar Daerah
Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Grobogan terus bertambah signifikan. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan pun melarang peternak menjual ternaknya ke luar daerah.

“Sesuai aturan, daerah yang sudah terdapat kasus, dilarang menjual ternaknya ke luar daerah,” terang Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto, Kamis (9/6/2022).

Dengan kebijakan tersebut, tentu yang bakal kekurangan ternak untuk kurban yakni daerah yang biasanya mendapatkan ternak dari luar daerah.

Baca: PMK Merebak di Grobogan, Ini Tanggapan Bupati

Sedangkan, Grobogan tidak akan kekurangan ternak sehat untuk kurban, apalagi Grobogan menyandang salah satu daerah sentra sapi potong.

Menurut Riyanto, penyebaran virus PMK tidak semasif yang dibayangkannya. Sebab, meskipun memang terus menyebar, namun penambahan kasus termasuk rendah.

Untuk itu, dia pun memastikan untuk kebutuhan kurban Iduladha masih sangat mencukupi.

“Ternak di Grobogan ini ada 350 ribu, kasusnya kan baru 654. Kalau diprosentase kan rendah. Iduladha memang masih sebulan lagi, tapi stok yang sehat ini masih sangat banyak,” tambahnya.

Terkait kemungkinan ada peternak yang tidak melaporkan adanya gejala PMK pada ternak, Riyanto menampiknya.

Menurutnya, setiap peternak pasti khawatir bila hewan ternaknya tidak mau makan. Karena khawatir, peternak akan melaporkan ke pihak Disnakkan untuk diberikan penanganan.

“Peternak pasti khawatir kalau ada apa-apa. Kan nanti kalau mati rugi berapa juta itu. Jadi pasti melapor,” imbuhnya.

Riyanto mengatakan, hingga Rabu (9/6/2022) hari ini memang belum ada satgas khusus penanganan PMK. Namun, dalam waktu dekat akan segera dibentuk.

Satgas nantinya akan melibatkan berbagai unsur, yakni Disnakkan Grobogan, Satpol PP Grobogan, BPBD Grobogan, serta kepolisian.

Untuk diketahui, penambahan kasus PMK di Grobogan per 8 Juni 2022 yakni 74 kasus. Total, kasus aktif yakni 643 kasus dan total kasus sebanyak 654. Kini, kasus sudah meluas ke 18 kecamatan. Tinggal Kecamatan Klambu yang masih hijau.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...