Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Beredar Foto Tempat Perkumpulan Khilafatul Muslimin di Jepara

Beredar Foto Tempat Khilafatul Muslimin di Jepara
Rumah yang diduga jadi tempat Perkumpulan Khilafatul Muslimin di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Beredar sebuah foto menunjukan tempat berkumpulnya kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara. Dalam foto itu nampak papan tulisan Khilafatul Muslimin dengan alamat Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Tiga orang tampak berpose di depan papan nama Khilafatul Muslimin itu. Satu orang berjaket cream, jubah hitam, peci cream dengan mengacungkan jari telunjuk ke atas atau salam Tauhid. Satu orang memakai rompi hitam kusam berbaju hijau tanpa peci sedang berjongkok. Sedangkan satu orang lainnya berpose tegap berbaju hitam panjang.

Murianews kemudian menelusuri tempat yang berada dalam foto itu. Rumah berwarna hijau itu berada di RT 04/RW 3 Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong.

Baca: 2022, Stunting di Jepara Ditarget Turun Segini

Benar saja, di depan rumah terdapat papan nama atau plang Khilafatul Muslimin. Plang itu masih berdiri kokoh. Dasar plang berwarna putih sudah kusam. Tulisan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Jepara tercetak dengan warna hijau.

Pukul 10.30 WIB, Murianews mendatangi rumah itu. Rumah itu milik MO, salah seorang yang diduga ikut perkumpulan Khilafatul Muslimin.

Foto yang beredar terkait perkumpulan Khilafatul Muslimin di Jepara. (Murianews/Istimewa)

Saat Murianews tiba di sana, kondisi rumah tampak sepi. Hanya ada istrinya di dalam rumah.

“Bapak (MO, red) tidak di rumah. Tadi pergi. Tapi tidak tahu kemana,” kata istri MO kepada Murianews.

Saat ditanya, sang istri tidak mau memberikan penjelasan. Dia mengaku tak memahami aktivitas suaminya di perkumpulan Khilafatul Muslimin itu.

Salah satu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, perkumpulan itu masih aktif sampai sekarang. Karena rumahnya berdekatan, warga ini sering melihat aktivitas perkumpulan itu di rumah MO.

“Pertemuan tidak tentu. Kadang hari Minggu, kadang Rabu. Setelah isya’ sampai tengah malam,” ungkap dia.

Dia menyampaikan, MO masih berhubungan baik dengan masyarakat setempat. Jika ada perkumpulan RT atau tahlilan kematian, MO masih rutin mengikuti.

“Kalau salat berjamaah biasanya ikut di musalla. Bareng-bareng dengan masyarakat setempat,” ujar dia.

Dia juga mengaku tak mengetahui seluruh anggota yang sering kumpul di rumah MO. Hanya ada beberapa tetangganya yang dia ketahui ikut di dalamnya.

“Kadang ada olahraga bersama. Kalau Minggu pagi. Tapi itu tidak tentu. Kadang dua bulan sekali,” ujar dia.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...