Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kejagung Periksa Lima Orang Saksi Terkait Kasus Ekspor Minyak Goreng

Kejagung Periksa Lima Orang Saksi Terkait Kasus Ekspor Minyak Goreng
Gedung baru Kejaksaan Agung RI. (Kejagung RI)

MURIANEWS, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lima orang saksi dalam kasus ekspor minyak goreng di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Dalam kasus Korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng, periode tahun 2021-2022 itu, diduga ada oknum lainnya yang juga terlibat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana mengatakan, saksi yang diperiksa dalam hal ini adalah dari pihak swasta.

“Kejaksaan Agung memeriksa 5 orang saksi,” katanya, dikitip dari Kompas.com, Kamis (9/6/2022).

Dia juga membeberkan, saksi yang diperiksa yaitu staf keuangan PT Indocement Research dan Advisory Indonesia inisial RM. Saksi kedua yakni inisial N selaku karyawan PT Mega Surya Mas. Lalu, TM selaku pegawai swasta PT Wilmar Group.

BacaJokowi Perintahkan Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Penyelewengan Minyak Goreng

Selanjutnya, Retail Funding and Service Division Head PT Bank Tabungan Negara berinisial FS, serta FA selaku Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan.

Adapun dalam kasus ini, Kejagung menetapkan lima tersangka, salah satunya adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.

Selain Indrasari, ada tiga tersangka lain dari pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka.

BacaTata Niaga Minyak Goreng di Hulu ke Hilir Perlu Diawasi

Ketiga tersangka itu yakni Stanley MA (SMA) yang merupakan Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Group, Master Parulian Tumanggor (MPT) atau Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, dan Picare Togar Sitanggang (PTS) selaku General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas.

Selanjutnya, pada 17 Mei 2022 kemarin, Kejagung kembali menetapkan tersangka dari pihak swasta bernama Lin Che Wei dalam kasus itu.

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...