Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Wabah PMK Meluas, Kementan Impor vaksin 3 Juta Dosis

Wabah PMK Meluas, Kementan Impor vaksin 3 Juta Dosis
Salah satu ternak di Jepara terindikasi terjangkit PMK. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan semakin meluas. Bahkan sudah ada 81.800 ekor pada 163 kabupaten-kota di 18 provinsi Indonesia. Dari total hewan yang sakit tersebut sebanyak 28.528 ekor telah sembuh, 607 ekor dilakukan pemotongan bersyarat, dan 524 ekor mati. Sedangkan hewan ternak yang belum sembuh sebanyak 52.211 ekor.

Karena itu, Kementan akan melakukan impor vaksin untuk diberikan kepada hewan yang terpapar maupun yang tidak terpapar PMK tersebut. Tujuannya agar kekebalan tubuh hewan meningkat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengatakan pihaknya akan melakukan impor vaksin PMK pada hewan ternak sebanyak 3 juta dosis. Rencananya, vaksin tersebutakan datang pada minggu kedua Juni 2022.

Baca: PMK Mewabah, Dispertan Kudus Jamin Stok Hewan Kurban Aman

“Khusus untuk vaksin darurat sebesar 3 juta dosis yang bersumber dari APBN Ditjen PKH, asal vaksinnya di Prancis dan estimasi kedatangan minggu kedua Juni 2022,” kata Nasrullah, dikutip dari antara, Rabu (8/6/2022).

Selain pengadaan vaksin PMK dari Prancis, vaksin juga akan didapatkan dari Badan Pangan Dunia (FAO) yang estimasi kedatangannya pada 12 Juni, kerja sama dengan Australia sebanyak 500 ribu hingga 1 juta dosis pada 1 Juli, impor vaksin dari Brasil 100 ribu dosis, dan dari Selandia Baru 100 ribu dosis.

Baca: Wabah PMK Bikin Pedagang Daging di Kudus Khawatir

Nasrullah mengatakan vaksin tersebut merupakan vaksin darurat sementara Pusat Veteriner Farma Kementerian Pertanaian sedang memproduksi vaksin di dalam negeri.

“Untuk pengembangan vaksin di Pusat Veteriner Farma, saat ini sedang proses untuk persiapan dan estimasi akan kita lakukan dimulai Agustus atau September,” kata Nasrullah.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antaranews.com

Comments
Loading...