Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sempat Langka, Minyak Goreng Curah di Kudus Mulai Gampang Didapat

Pedagang minyak goreng curah di Pasar Bitingan, Kudus, Jawa Tengah, melayani pembeli. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Minyak goreng curah yang sempat langka di pasaran Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini sudah mulai gampang didapatkan. Pasokan minyak goreng ke sejumlah pedagang kini mulai lancar.

Pedagang minyak goreng di Pasar Bitingan Kudus, Mohari mengaku pekan lalu memang kesulitan mendapat pasokan minyak goreng curah.

Sekalipun ada, pembelian Mohari dibatasi oleh pihak distributor, yakni hanya boleh membeli dua ton minyak goreng curah sekali order.

“Saat tersendat, saya hanya dijatah maksimal pesan dua ton saja per orderan. Tidak boleh lebih dari dua ton,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Namun, sejak Selasa (7/6/2022) kemarin, menurutnya distribusi minyak goreng curah sudah lancar. Setiap dia order minyak goreng curah, langsung mendapatkan kiriman dari distributor.

“Mulai kemarin sudah lancar pasokan saya. Sekali order bisa tiga ton,” sambungnya.

Baca: Mendag Klaim Distribusi Minyak Goreng Sudah Sampai ke 10.000 Pengecer

Di tempatnya, saat ini harga minyak goreng curah mencapai Rp 15.500 per kilogram. Sebelum ada kenaikan, pihaknya menjual minyak curah seharga Rp 14.500 per kilogramnya.

“Harga Rp 15.500 per kilogram itu untuk konsumen yang membeli minyak goreng curah di atas 5 kilogram. Kalau konsumen yang beli di bawah 5 kilogram, harganya Rp 16 ribu per kilogram,” ujarnya.

Hal itu dilakukan untuk membantu penjual eceran.

Kelancaran pasokan distribusi minyak goreng curah juga diungkapkan oleh pedagang minyak goreng curah di Pasar Baru, Kudus, Jawa Tengah, Arifin Nusantara. Dia sudah merasakan lancarnya pasokan minyak goreng curah sejak dua hari lalu.

Alhamdulillah sudah lancar. Saat ini saya sudah bisa order 25 drum (4,5 ton, red) ke pihak distributor,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Arifin mengatakan, ketersendatan terjadi pada pekan lalu saat adanya banjir rob di kawasan Semarang, akibat jebolnya tanggul penahan banjir di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Saat itu dia hanya mendapatkan pasokan minyak goreng curah sebesar 15 drum saja.

“Saat tersendat itu saya hanya disuplai 15 drum saja oleh PT. Maju Mulyo Semarang yang punya perwakilan kantor di Kudus. Jumlah 15 drum itu ya hanya 2,7 ton saja imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...