Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Konsumsi Harian Pertalite di Kudus Capai 211 Kiloliter

Warga memadati SPBU Matahari Kudus saat kelangkaan pertalite beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – PT Pertamina Patra Niaga mencatatkan kenaikan pada konsumsi harian pertalite masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Konsumsi harian mencapai 211 kiloliter.

Acuannya adalah grafik penyaluran rata-rata harian pertalite di Kudus di rentang 17 Mei hingga 7 Juni 2022. Di mana bila dibandingkan penyaluran tanggal 1 Januari hingga 31 Maret 2022, ada kenaikan sebesar 6,2 persen.

Penyaluran rata-rata harian pertalite di Kudus dari rentang 17 Mei hingga 7 Juni 2022 sendiri adalah sebanyak 224 kiloliter. Sementara rata-rata harian pertalite di Kudus pada 1 Januari hingga 31 Maret 2022 adalah 211 kiloliter.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho merincikan, kuota harian sebenarnya yang diberikan Pertamina kepada Kudus adalah 139 kiloliter per hari.

Baca: Siap-Siap, Beli Solar dan Pertalite Harus Pakai Aplikasi MyPertamina

Sementara saat ini, kuota pertalite yang disalurkan Pertamina rata-rata hariannya adalah 173 kiloliter per hari. Untuk kuota tahunan, yang diberikan bagi Kudus adalah sebesar 63.122 kiloliter.

“Ini menunjukkan Pertamina terus berkomitmen menyalurkan pertalite ke Kudus dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan konsumen, bahkan rata-rata harian saat ini melebihi 29 persen dari kuota rata-rata harian sepanjang 2022,” sambung dia.

Brasto menambahkan, pertalite termasuk BBM subsidi dari pemerintah yang dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah.

Oleh karena itu, agar tidak terlalu memberatkan pemerintah, maka masyarakat dari golongan menengah ke atas diminta untuk menggunakan pertamax dan pertamax turbo sesuai spesifikasi kendaraan.

“Pertalite adalah BBM yang realisasi kuotanya akan dibayar menggunakan APBN, karena itu kami harapkan ini jadi perhatian bersama,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.