Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jembatan Peninggalan Belanda di Kudus Sempit, Bupati Bilang Begini

Pengendara melintas di Jembatan Karangsambung, Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Jembatan peninggalan Belanda di Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dikeluhkan karena sempit dan sering macet. Sudah banyak usulan agar jembatan yang dikenal dikenal dengan nama Jembatan Karangsambung itu segera diperbaiki.

Pasalnya, Jembatan Karangsambung itu hanya memiliki lebar sekitar 2,5 meter dengan panjang sekitar 50 meter. Dengan jalan yang sempit itu membuat pengguna jalan yang melintas harus harus bergantian.

Bupati Kudus HM Hartopo pun merespon hal ini. Ia mengatakan, alasan mengapa Pemkab Kudus belum bisa membangun jembatan kuno itu adalah karena persoalan ketersediaan anggaran.

“Kalau hanya Rp 5 miliar saja tentu bisa kami pakai APBD, langsung kami bangun. Tapi ini kalau dihitung-hitung habisnya Rp 30 miliar, jadi kami belum bisa,” katanya, Rabu (8/6/2022).

Baca: Jembatan Peninggalan Belanda di Kudus Ini Sempit, Lewat Harus Gantian

Pemerintah daerah, lanjut Hartopo sebelumnya akan membangun ulang jembatan tersebut di tahun 2020 melalui dana Bantuan Gubernur (Bangub). Nilainya pun sama seperti estimasi yakni Rp 30 miliar.

“Namun karena adanya pandemi bangubnya ditarik lagi, kena refocusing, ya sudah belum jadi,” ujarnya.

Walau demikian, pihaknya pun kini telah mengajukan kembali pengajuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke pemerintah pusat dan Bangub ke Pemerintah provinsi Jawa Tengah.

“Nanti kalau sudah ada dananya, langsung kami buat yang bagus,” pungkas Hartopo.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...