Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO YOGYAKARTA

Polda DIY Periksa 13 Anggota Terkait Dugaan Penganiayaan di Holywings Jogja

Ilustrasi Penganiayaan. (Murianews)

MURIANEWS, Sleman — Polda DIY masih menelusuri kasus penganiayaan di klub malam Holywings Jogja, Sabtu (4/6/2022). Dalam penelusuran tersebut, Polda memeriksa 17 saksi, di mana 13 di antaranya merupakan anggota polisi.

Pemeriksaan ke-13 anggota tersebut sudah dilakukan sejak Minggu (5/6/2022) kemarin oleh Propam Polda DIY. Hasilnya, dua anggota diduga melanggar kode etik.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto. Ia pun menyebutkan, kedua anggota tersebut berpangkat perwira dan akan diproses melalui Kode Etik Profesi Polri.

”Ke depan yang bersangkutan segera akan disidang agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai porsi atau tingkat kesalahan yang dilakukan,” katanya seperti dikutip Harian Jogja, Senin (6/6/2022).

Jenis pelanggaran apa yang dilakukan oleh dua anggota itu akan disampaikan di sidang kode etik. Sanksi yang diberikan akan menyesuaikan dengan hasil sidang tersebut. Bisa berupa demosi, permintaan maaf atau yang paling berat berupa pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH).

”Jenis pelanggaran pada saat sidang akan disampaikan, misal kenapa yang bersangkutan ada di tempat itu, apakah ada surat perintah untuk datang ke tempat hiburan atau dalam rangka penyelidikan atau apa dilihat dari hasil pemeriksaan,” ungkapnya.

Adapun rincian dari 17 orang yang diperiksa meliputi 13 anggota kepolisian dan empat orang warga sipil.

”Ada yang di Polres, yang piket malam itu, karena peristiwa di bawa ke Polres (Sleman), kemudian siapa siapa yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut,” katanya.

Ia mengungkapkan dalam peristiwa di tempat hiburan itu terjadi perkelahian. Salah satu pihak mengenai seorang anggota kepolisian yang waktu itu diduga berusaha melerai. Akibatnya perkelahian pun berkembang.

”Itu kejadian saling pukul sehingga memicu banyak orang ketika di tempat parkir,” kata dia.

Kasus ini ditangani di Polres Sleman. Sementara Polda DIY memeriksa dari sisi kode etik para anggota kepolisian yang terlibat. Terkait kasus ini, ada empat laporan yang dibuat Polres Sleman, yakni laporan dengan terlapor Bryan, laporan dengan pihak terlapor lawannya, laporan kecelakaan yang menimpa Bryan ketika di depan Polres Sleman dan laporan model A untuk Bryan.

Karena lukanya akibat penganiayaan dan kecelakaan itu Bryan saat ini masih dirawat di rumah sakit Bethesda.

“Laporan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan Bryan sampai sekarang belum bisa di-BAP [berita acara pemeriksaan]. Kecelakaan di jalan magelang. Luka cukup serius,” ungkapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Harian Jogja

Comments
Loading...