Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mesin Rokok untuk KIHT Kudus Harus Penuhi TKDN Minimal 40 Persen

Mesin pembuat rokok di KIHT Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan anggaran hingga Rp 3 miliar untuk pengadaan mesin pelinting rokok. Mesin Pelinting rokok itu nantinya akan ditempatkan di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Mesin pelinting rokok yang diincar memiliki seri MK8. Kapasitas produksinya mencapai 2.800 batang per menit.

Jenis mesin tersebut dipilih lantaran dinilai sesuai dengan ketersediaan anggaran dan dirasa mampu memenuhi kebutuhan produksi di KIHT.

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi dan UMKM (Disnakerperinkop dan UMKM) Kudus sedang memperhitungkan pengadaan mesin tersebut memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi,  pengadaan barang dan jasa harus memenuhi unsur lokal minimal 40 persen,” katanya, Jumat (3/6/2022).

Baca: Kudus Ingin Tambah Mesin Rokok di KIHT, Butuh Dana Segini

Sebelumnya, pada 2021 silam pengadaan mesin pelinting rokok sudah direncanakan. Namun, saat itu gagal terlaksana.

Jika tidak ada mesin pelinting yang memenuhi kriteria TKDN sebesar 40 persen, Rini menyampaikan, ‎pihaknya akan berkirim surat ke kementerian.

Pasalnya mesin pelinting rokok yang bagus saat ini merupakan buatan Jerman. Dia menjelaskan, ada juga mesin pelinting rokok buatan China dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca: Pembelian Mesin Rokok untuk KIHT Kudus Terancam Batal, Ini Sebabnya

Nantinya, jika pihaknya tidak menemukan mesin pelinting rokok yang sesuai dengan ketentuan TKDN, pihaknya akan meminta izin ke kementerian perihal boleh atau tidaknya. Rini mengaku ingin memastikan agar pengadaan barang tersebut tidak menyalahi aturan yang ada.

“Kami pastikan mesin yang dibeli merupakan barang baru dan tidak menyalahi aturan. Selain itu tentunya sesuai dengan anggaran yang tersedia,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.