Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

OPINI

Apa Investasi Melulu Penipuan?

Cania Ferennita *)

KASUS penipuan berkedok investasi saat ini sedang marak-maraknya menghantui masyarakat Indonesia. Produk investasi yang menawarkan keuntungan tidak lazim, biasanya dicurigai sebagai investasi bodong atau ilegal.

Dalam jurnal Lex Adminstratum Volume V Nomor 1, menjelaskan bahwa penipuan investasi atau investasi bodong adalah praktik pengumpulan dana dari masyarakat secara ilegal, sehingga banyak berkaitan dengan ketentuan Hukum Pidana. Kata “bodong” adalah istilah yang digunakan di media masa untuk menggambarkan penipuan investasi.

Dikutip dalam website Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ciri utama penipuan investasi yakni tidak adanya izin yang sah dari regulator atau otoritas pengawas yang berwenang, seperti OJK, Bappebti, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perdagangan, atau lainnya.

urangnya pemahaman mengenai investasi menjadi faktor utama yang membuat banyak masyarakat menjadi korban penipuan dalam berinvestasi.

Tingkat literasi finansial di Indonesia masih terbilang rendah, karena berdasarkan data KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) jumlah investor di Indonesia pada tahun 2022 hanya 8 jutaan sedangkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 273 juta jiwa. Artinya hanya 2,9 persn dari jumlah penduduk Indonesia yang mengenal investasi.

So, investasi bukanlah melulu penipuan. Investasi merupakan penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan untuk jangka waktu tertentu demi memperoleh timbal balik yang lebih besar di masa depan.

Jadi, sebelum terjun berinvestasi, ada baiknya memahami betul mengenai instrumen investasi, mulai dari cara kerja hingga return dan risikonya. Lantas bagaimana caranya? Kita mulai dari hal yang sederhana:

Memiliki Tujuan Jelas

Yups betul, ketika kita ingin berinvestasi tentukan tujuan terlebih dahulu. Untuk apasih kita berinvestasi? Tanyakan hal itu ketika ingin memulai investasi. Contohnya berinvestasi untuk hari tua, atau berinvestasi sebagai modal usaha, dan sebagainya.

Mengukur Modal dan Jenis Investasi

Harus bisa menilai modal yang dipunyai untuk berinvestasi, karena modal menjadi penentu jenis-jenis atau instrumen investasi, seperti di emas, saham, reksadana, obligasi, property, dsb. Masing-masing instrument investasi memiliki tingkat return dan risiko yang berbeda-beda.

Memahami Risiko

Segala hal yang berhubungan dengan perputaran uang memang tidak akan terlepas dari faktor untung-rugi. Yang dimaksud dengan risiko pada diri sendiri adalah kemampuan secara finansial.

Ketika memutuskan untuk berinventasi, hal pertama yang dilakukan tentu saja menyiapkan sejumlah dana, baik saat akan memulai maupun selama prosesnya. Dalam hal ini, lebih dulu terlepas dari utang dan memilki kondisi pendapatan yang stabil dan dana ekstra adalah beberapa hal vang patut diperhatikan vang diambil.

Bersikap Lebih Kritis

Bersikap kritis sebelum berinvestasi sangat diperlukan. Dengan bersikap kritis kamu akan sulit dirayu. Dengan bersikap kritis juga kamu bisa menggali informasi lebih detail sehingga dapat meminimalisir risiko menjadi korban penipuan.

Selalu kedepankan rasionalitas. Hal-hal tidak masuk akal seperti buaian keuntungan besar dengan resiko kecil harusnya bisa ditandai. Selain itu, kamu harus selalu update informasi supaya tidak terjebak modus investasi bodong terbaru.

Itulah yang dimaksud dengan investasi dan bagaimana panduan dasar berinvestasi. Cermatlah sebelum berinvestasi, supaya tidak terjerumus ke dalam penipuan investasi. Tanamkan dalam pikiran untuk selalu berhati-hati dalam berinvestasi. So, be a smart and wise! (*)

 

*) Mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS Semarang

Comments
Loading...