Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Begini Cara Pengoperasian Tuas Transmisi Mobil Listrik yang Perlu Diketahui

Begini Cara Pengoperasian Tuas Transmisi Mobil Listrik yang Perlu Diketahui

Foto: Ilustrasi transmisi mobil listrik (gridoto.com/Radityo Herdianto)

MURIANEWS, Kudus – Kehadiran mobil listrik di Indonesia tampaknya mendapat respon positif. Indikasinya, makin banyaknya orang yang tertarik bahkan sudah maupun ingin membeli mobil listrik ini.

Meski begitu, masih banyak juga orang yang minim informasi tentang mobil listrik ini. Salah satu yang banyak ditanyakan adalah cara pengoperasian transmisi mobil listrik.

Melansir dari Gridoto.com, mobil listrik di Indonesia menggunakan transmisi otomatis seperti mobil berbahan bakar bensin. Bedanya tidak ada girboks transmisi di mobil listrik meski pengoperasiannya mirip.

Baca juga: Mengenal Regenerative Brake, Salah Satu Fitur Penting Mobil Listrik

Transmisi yang dipagai sebagai drivetrain mobil listrik langsung mengatur pergerakan mekanik motor listrik dengan percepatan tunggal. Seperti tuas transmisi mobil listrik Nissan Leaf.

Layaknya mobil konvensional, mobil listrik di Indoneia terdapat tiga posisi pengoperasian tuas. Seperti R (Reverse) untuk mundur, N (Neutral) untuk netral dan D (Drive) untuk menjalankan mobil.

Pengoperasian R dan D pun simpel, cukup geser tuas ke kanan dan atas atau bawah. Sementara posisi transmisi akan ditampilkan pada panel instrument.

Bila dari D atau R akan ke N, geser tuas ke kanan di posisi N, kemudian tahan sejenak hingga panel instrument menampilkan indikator transmisi di N. Selanjutnya, tekan tombol P (Park) guna mengaktifkan posisi transmisi di P dan gerak motor listrik terkunci.

Berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin, transmisi mobil listrik terdapat tuas B. Jika pergeseran tuas transmisi ke D dilakukan dua kali, posisi transmisi berubah menjadi B.

Saat tuas berada di B akan mengatifkan regenerative braking berenergi kinetik ketika melakukan deselerasi. Energi kinetik menghasilkan energi listrik yang bisa disimpan ke baterai.

 

 

Penulis: Loeby Galih Witantra
Editor: Dani Agus
Sumber: gridoto.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.