Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PMK Merebak, Jangan Campur Ternak Baru Beli dalam Satu Kandang

Ternak sapi diperiksa apakah terpapar virus PMK atau tidak. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Penyakit mulut dan kuku (PMK) saat ini sudah teridentifikasi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Oleh sebab itu kebersihan kandang ternak harus diperhatikan.

Diketahui, PMK itu menyerang hewan berkuku. Di antaranya sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, babi, dan hewan berkuku lainnya.

Di Kudus sudah ada delapan sapi di Kudus terpapar PMK dan 83 lainnya suspek.

PMK ditandai dengan berbagai ciri yang dialami oleh hewan ternak. Di antaranya suhu tubuh hewan yang tinggi mencapai 39 derajat celsius sampai 41 derajat celsius, adanya memar di bibir, dan sariawan di bagian lidah.

Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kudus drh Anton Cahyono mengatakan, membatasi lalu lalang manusia ke kandang hewan ternak dirasa perlu. Hal itu untuk mencegah penyebaran PMK agar tidak menular ke hewan ternak.

“Membatasi manusia ke area kandang hewan ternak itu paling penting. Karena bisa saja orang tersebut dari kandang ternak lain yang terpapar PMK, kemudian menularkan ke kandang hewan ternak yang sehat,” katanya, Sabtu (28/5/2022).

Baca: 83 Sapi di Kudus Suspek PMK, 33 di Antaranya Sembuh

Selain itu, Anton juga mengimbau agar peternak berhati-hati memasukkan hewan ternak yang baru dibeli dari pasar hewan. Menurutnya, hewan ternak yang baru dibeli tidak boleh dimasukkan langsung ke kandang yang berisi hewan ternak lama.

“Hewan ternak yang baru harus dipisah dulu atau dikarantina dulu selama dua pekan. Kalau kondisinya tetap sehat selama dua pekan, baru boleh dicampur dengan hewan di kandang yang lama,” sambungnya.

Penyemprotan disinfektan berupa asam sitrat atau kapur gamping ke kandang juga diperlukan. Namun, sebelum menyemprotkan disinfektan, kotoran hewan ternak harus dibersihkan terlebih dahulu.

“Sebelum disemprot disinfektan harus dibersihkan dulu feses atau tinja hewan ternaknya. Karena kalau masih ada fesesnya di kandang, penyemprotan disinfektan itu tidak akan efektif,” ujarnya.

Baca: Sapi Suspek PMK di Kudus Mayoritas dari Luar Daerah

Menjaga kebersihan kandang minimal sepekan dua kali. Dia berpendapat, semakin sering kandang dibersihkan semakin baik.

“Upayakan pemukiman warga dengan kandang juga tidak terlalu dekat. Aktivitas orang ke area ternak juga jangan terlalu banyak karena dikhawatirkan dapat membawa PMK dari kandang yang satu ke kandang lainnya,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...