Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pedagang CFD Kudus Dibatasi Seratus Lapak

Dinas Perdagangan Kudus mengumpulkan PKL CFD Kudus untuk diberi pengarahan. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pelaksanaan car free day (CFD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan dilangsungkan secara terbatas, Minggu (29/5/20220) besok. Luas cakupan CFD hingga jumlah pedagang pun dibatasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti menyampaikan, dalam pelaksanaan CFD pertama ini, pihaknya hanya akan mengizinkan seratus pedagang saja untuk berdagang di area CFD. Sementara untuk jumlah normal pedagang CFD Kudus, bisa mencapai 400 lebih lapak.

“Seratus pedagang ini sudah mengambil nomor urut Jumat sore kemarin, jadi tidak ada yang berebut tempat, semua sudah kami atur sedemikian rupa,” katanya, Sabtu (28/5/2022).

Lokasi mereka berjualan pun dibatasi, yakni hanya di seputaran Gang 1 dan Jalan dr Ramelan. Masing-masing ruas jalan tersebut akan diisi 50 pedagang.

“Pedagang basah sejajar dan yang pedagang kering juga sejajar, nanti 50-50 jualannya,” ujarnya.

Baca: Ini Alasan Pemkab Kudus Kembali Gelar CFD Walau Terbatas

Dia pun berharap ini bisa ditaati bersama dan tidak ada pedagang susupan. Karena jika pelaksanaan CFD kali ini berhasil ditata dengan baik, maka CFD selanjutnya jumlah pedagang akan ditambah kembali dan cakupannya diperluas.

“Nanti mereka yang sudah mulai berjualan besok akan diberi kartu pengenal, jadi tahu mana yang masuk daftar mana yang tidak,” terangnya.

Bupati Kudus HM Hartopo pun mengungkapkan alasannya mengapa kembali mengizinkan kegiatan masyarakat tersebut digelar. Dia menerangkan bila walau masih dalam masa pandemi Covid-19, kondisi Kabupaten Kudus bisa dibilang dalam taraf aman dari penularan.

Baca: CFD di Kudus Kembali Digelar Minggu Depan, Wajib PeduliLindungi

Sehingga pelaksanaan CFD bisa dilakukan walau di awal nanti digelar secara terbatas.

Selain itu, kegiatan CFD juga diharapkan bisa mendongkrak pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah. Mengingat kegiatan jual beli di CFD bisa dibilang sangat tinggi.

“Ini adalah upaya membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan dan upaya menambah pendapatan asli daerah ya meski masih berstatus PPKM Level 1 ya,” tandasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.