Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

BPOM Luncurkan Rumah Promosi Online untuk Obat Tradisional

BPOM Luncurkan Rumah Promosi Online untuk Obat Tradisional
Obat tradisional ilegal yang diedarkan dalam bentuk saset diamankan BPOM Semarang. (Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Para pemilik usaha atau produsen obat tradisional, kini sudah bisa bernapas lega. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meluncurkan program Zona Ramah Promosi Online (ZRPO) untuk obat tradisional dan suplemen kesehatan.

Peluncuran ZRPO ini adalah sebagai upaya BPOM untuk menghindari penjualan obat tradisional yang menyesatkan. Sebab, sejauh ini ada banyak pelaku usaha obat tradisional yang tidak memiliki izin dan justru membuat promosi yang tidak mendidik.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, dalam upaya membentuk rumah promosi online ini, pihaknya menggandeng delapan marketplace ternama di Indonesia. Diantaranya adalah Tokopedia, Shopee, Elevenia, Bukalapak, Blibli, Lazada, JDID, dan Jakmall.

Baca: Menjijikkan, BPOM Temukan Kecoa dalam Kemasan Kurma

“Program ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi e-Commerce Indonesia (IdEA),” terang Lukito, dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (28/5/2022).

Lukito mengatakan, menjalankan promosi di dunia online saat ini memang membutuhkan perjalanan panjang. Sebab, harus mengetahui mekanisme penjualan online dan mendukung tren produk online yang lain.

“BPOM mempunyai misi agar masyarakat terlindungi dari risiko obat dan makanan, termasuk produk obat tradisional dan suplemen kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan dan informasi yang menyesatkan,” katanya.

Likito bercerita, Pada 2021 BPOM bersama pihak terkait telah melakukan “takedown” atau menurunkan tautan promosi produk menyesatkan dan sebanyak 126.331 tautan di-“takedown” dari Januari sampai April 2022.

Baca: BPOM Berhentikan Sementara Peredaran Kinder Joy

Ia mengatakan pelanggaran tersebut umumnya karena pelaku usaha belum memahami regulasi yang berkaitan dengan peredaran dan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan. Di sisi lain, BPOM juga mempunyai misi untuk mendukung daya saing pelaku UMK. Program ZRPO diharapkan mengakomodasi kedua misi tersebut secara seimbang.

“Program ini sekaligus mendukung program pemerintah sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong agar target minimal 20 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhubung ke dalam ekosistem digital,” tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antaranews.com

Comments
Loading...