Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mencicipi Sega Tiwul, Kuliner Khas Wonogiri yang Masih Eksis dari Zaman Penjajahan hingga Kini

Mencicipi Sega Tiwul, Kuliner Khas Wonogiri yang Masih Eksis dari Zaman Penjajahan hingga Kini
Foto: Ilustrasi Sega tiwul (solopos.com/instragram)

 

MURIANEWS, Kudus – Sega tiwul adalah salah satu kuliner khas dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kuliner ini termasuk legendaris karena sudah ada sejak zaman kolonial dan tetap eksis sampai sekarang.

Melansir dari Solopos.com, makanan yang dibuat dari gaplek singkong ini merupakan kudapan pengganti nasi yang legendaris. Gaplek adalah singkong yang dijemur sampai kering.

Sebelum diolah menjadi tiwul, gaplek harus ditumbuk terlebih dahulu menjadi tepung. Kemudian, tepung gaplek diletakkan di tampah dan diperciki air sambil diaduk hingga menjadi adonan berbutir. Setelah itu adonan dikukus selama 15-20 menit hingga matang.

Baca juga: Wisata Religi Kahyangan Wonogiri, Konon Jadi Tempat Pertapaan Panembahan Senopati

Makanan ini telah dikenal sejak zaman dahulu dan menjadi warisan kuliner masyarakat Wonogiri. Konon, tiwul menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat Jawa termasuk Wonogiri pada zaman penjajahan Jepang.

Kala itu bahan makanan seperti beras sulit didapat dan harganya sangat tinggi. Hal inilah yang kemudian membuat singkong menjadi bahan makanan alternatif yang dikonsumsi masyarakat.

Singkong bukan hanya murah dan mudah didapatkan karena banyak ditanam di kebun warga. Tetapi singkong juga tahan lama dan mengenyangkan.

Di beberapa tempat singkong umumnya dimakan dengan tambahan parutan kelapa dengan gula jawa. Namun, di Wonogiri tiwul justru disantap dengan aneka lauk sebagai bahan campuran atau malah pengganti nasi alias sega.

Tiwul biasa disantap dengan jangan ndeso yang terbuat dari santan, tempe, tahu, dan aneka bumbu. Makanan ini juga sering dipadukan dengan urap.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Comments
Loading...