Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pelajar Diduga Edarkan Pil Sapi Magelang Terancam Penjara 10 Tahun

Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Ryanto Ulil Anshar (merah) menunjukkan barang barang bukti pil yarindo atau pil sapi, Jumat (27/5/2022). (Detik/Eko Susanto)

MURIANEWS, Magelang – Pelajar berusia 17 tahun yang diduga mengedarkan ribuan pil sapi atau pil yarindo dijerat dengan pasal berlapis. Tak hanya itu, tersangka juga terancam penjara 10 tahun.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, tersangka ini disangkakan pasal 194 UU No 36 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca: Diduga Edarkan Ribuan Pil Sapi, Pelajar Magelang Diringkus Polisi

”Selain itu, kami lapis dengan pasal 62 UU No 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,”katanya seperti dikutip Detik.com, Jumat (27/5/2022).

Kapolres menjelaskan, tersangka diamankan di rumahnya di Kecamayan Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (20/3/2022) lalu. Dari penangkapan tersebut, petuhgas mengamankan 2.000 butir pil yarindo atau pil sapi, enam butir pil mersi alprazolam 1 mg, uang tunai Rp 300 ribu dan satu unit handphone.

”Barang bukti tersebut saat ini sudah kami amankan sebagai barang bukti,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka ini mendapatkan pil yarindo secara online. Untuk harganya, setiap satu toples berisi seribu butir mencapai Rp 800 ribu.

”Untuk seribu butir ini, tersangka menjualnya dengan harga Rp 2 juta. Satu toples itu (tersangka) mengambil keuntungan sebesar Rp 1,2 juta,” tuturnya.

Baca: Bandar Pil Koplo di Pati Ini Rayakan Tahun Baru di Balik Jeruji Besi

Ia menyebutkan, untuk pembeli diketahui dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan hingga orang dewasa. ”Tapi, lebih banyak orang dewasa,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Ryanto Ulil Anshar mengatakan pihaknya tengah menelusuri beberapa akun di medsos yang menjadi tempat bagi tersangka membeli obat keras itu.

Hanya saja, dalam akun tersebut menampilkan gambar-gambar abstrak dan di-private. Saat ini, pihaknya menelusuri lima akun medsos.

”Akun-akun itu gambar-gambar abstrak. Sangat rapi, jadi dari pemakai-pemakai ini sudah mengetahui dan infonya dari mulut-mulut ke mulut para pengguna sendiri. Ini ada kodenya sendiri,” ujarnya.

”Akun dikunci, jadi perlu dikonfirmasi dulu. Sebelum kita melihat harus ada konfirmasi dari operator akun,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...