Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Duh, Kasus PMK di Sragen Tembus 35 Kasus

Kabid Keswan Disnakkan Sragen, Toto Sukarno, memeriksa sapi di Pasar Hewan Sumberlawang, Sragen, Senin (16/5/2022). (Istimewa/Rina Wijaya)

MURIANEWS, Sragen – Pemkab Sragen melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) mencatat hingga Kamis (26/5/2022) malam, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sragen mencapai 35 kasus. Jumlah ini melejit dibandingkan satu hari sebelumnya yang hanya mencapai 14 kasus.

Baca: Enam Sapi di Dua Kecamatan di Sragen Positif PMK

Kepala Disnakkan Sragen, Rina Wijaya menyebutkan, 35 kasus hewan ternak yang terkena PMK tersebar di enam kecamatan. Yakni di wilayah Kecamatan Miri, Tangen, Karangmalang, Plupuh, Tanon, dan Jenar.

”Sementara, dari data yang diterima, peningkatan jumlah kasus PMK itu disebabkan penuluran, terutama dari sapi yang dibeli dari luar daerah,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Jumat (27/5/2022).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan pengetatan pengawasan lalu lintas hewan ternak sapi di daerah perbatasan.

”Tetapi lebih pintar pedagang sapinya karena mereka melewati jalur-jalur tikus yang lepas dari pantauan petugas,” terangnya.

Baca: Lima Ternak Positif PMK, Seluruh Pasar Hewan Grobogan “Lockdown”

Atas dasar itu, pihaknya berencana menutup semua pasar hewan di Sragen supaya kasus PMK di Sragen tidak bertambah. Saat ini, pihaknya pun sudah melakukan kajian dan melaporkannya kepada Bupati terkait dengan penambahan kasus tersebut.

”Daerah-daerah lainnya juga mengambil kebijakan penutupan pasar hewan. Kalau pasar hewan di semua daerah tutup maka dikhawatirkan sapi-sapi itu lari semua ke Sragen,” jelasnya.

Saat ini, terangnya, pihaknya tengah memberdayakan mantri hewan dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk sosialisasi dan memantau PMK yang ada di kandang-kandang petani. Bila petugas menemukan indikasi PMK wajib hukumnya untuk melaporkan ke Disnakkan.

”Masa inkubasi virus PMK itu 14 hari. Idealnya salam 14 hari itu sapi yang terjangkit PMK harus dikarantina dan diobati,“ jelasnya.

Baca: Putus Penyebaran PMK, Pasar Hewan di Klaten Ditutup Dua Pekan

Meski begitu, ia mengakui penyakit PMK bisa disembuhkan dengan pemberian vitamin, antibiotik, serta asupan makanan yang cukup. Asupan makan ternak yang cukup menjadi pendorong sapi cepat sembuh.

”Selain itu menjaga kebersihan kandang hewan dan ternaknya dengan penyemprotan disinfektan secara berkala menjadi hal penting lain yang harus dilakukan peternak,” imbuhnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...