Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mahasiswa Asal Pati Jadi Wisudawan Terbaik FEBI UIN Walisongo

Mahasiswa Asal Pati Jadi Wisudawan Terbaik FEBI UIN Walisongo
wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Agus Sulistiyono. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Mahasiwa asal Kabupaten Pati, Agus Sulistiyono menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah.

Pria Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati itu sebelumnya tak pernah memimpikan mendapat prestasi tersebut. Baginya, sebagai mahasiswa kewajibannya adalah belajar agar bisa lulus tepat waktu.

Ia mengatakan hanya selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di setiap semester agar mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan.

Baca: Ombak Tinggi, Nelayan Pati Pilih Sandarkan Kapal

Atas kegigihannya itu, kini dia berhasil meraih gelar wisudawan terbaik FEBI pada wisuda periode ke-84 UIN Walisongo Semarang dengan IPK 3,94.

Meskipun sudah mendapatkan predikat ini, ia tak mau jemawa. Ia menilai prestasi itu bukan usahanya semata. Tetapi juga berkat doa-doa yang dipanjatkan orang tuanya.

“Kalau menjadi wisudawan terbaik tentunya tidak lepas dari doa orang tua dan usaha yang saya lakukan,” kata dia, Jumat (27/5/2022).

Pemuda yang pernah jadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni Salafiyah Kajen (Iklas) di UIN Walisongo ini bersyukur atas capaian tersebut. Sebab dia harus bersusah payah untuk menuntaskan studinya itu.

“Karena keterbatasan biaya juga, tapi Alhamdulillah adanya Bidikmisi maka studi saya dapat terselesaikan,” tutur dia.

Putra dari pasangan Sanusi dan almarhumah Ngatmi ini menyebut, banyak organisasi yang ia ikuti selama kuliah. Namun, hal itu tak menjadikannya sebuah alasan untuk terlambat menuntaskan pendidikan. Dia lulus tepat waktu delapan semester.

Selama kuliah, Agus memang aktif di beberapa organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Seperti Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Tax Center, dan organisasi alumni sekolah.

“Antara berorganisasi dan akademik itu harus seimbang. Selain mendapatkan ilmu di dalam kelas, saya juga mencari pengalaman lewat organisasi,” jelas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...