Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Lima Ternak Positif PMK, Seluruh Pasar Hewan Grobogan “Lockdown”

Lima Ternak Positif PMK, Seluruh Pasar Hewan Grobogan
Seluruh pasar hewan di Kabupaten Grobogan ditutup menyusul ditemukannya kasus PMK. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak terdeteksi di Kabupaten Grobogan. Tercatat ada lima hewan ternak, yakni tiga kambing dan dua sapi di Grobogan positif PMK.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan Riyanto mengatakan dari hasil laboratorium yang keluar pada Senin (23/5/2022) lalu, terdapat lima kasus positif PMK. Rinciannya, tiga pada kambing dan dua pada sapi.

“Dari pengawasan lalu lintas hewan yang kami lakukan pada Jumat (20/5/2022) lalu, hasil lab keluar hari Senin. Ada 13 sampel yang kami kirimkan, 10 kambing dan tiga sapi. Tiga kambing dan dua sapi positif PMK,” katanya, Kamis (26/5/2022).

Baca: Wabah PMK Bikin Abang Tukang Bakso Grobogan Ketar-ketir

Dengan kemunculan itu seluruh pasar hewan di Kabupaten Grobogan ditutup. Penutupan bahkan sudah dilakukan sejak Rabu (25/5/2022).

Ada pun rinciannya, Pasar Hewan Ketitang Kecamatan Godong ditutup selama tiga pekan. Sedangkan, Pasar Hewan Kunden Kecamatan Wirosari dan Pasar Hewan Kalongan Kecamatan Purwodadi ditutup dua pekan.

“Penutupan selama dua pekan dan tiga pekan. Tapi apabila kasusnya berkembang, penutupan akan dilanjutkan,” terangnya.

Selain tiga pasar hewan tadi, pasar hewan dengan ukuran lebih kecil juga ditutup. Ketiganya yakni Pasar hewan di Sulursari Kecamatan Gabus, di Kecamatan Grobogan, dan di Tuko Kecamatan Pulokulon.

Riyanto meminta masyarakat, khususnya peternak untuk segera melaporkan kepada dinas dan instansi terkait apabila menemukan hewan ternak dengan ciri-ciri PMK. Yakni luka-luka di moncong, bibir, lidah, dan gusi serta panas dengan suhu hingga 41-42 derajat.

“Kalau sudah banyak luka begitu kan biasanya tidak doyan makan dan akan pincang tidak bisa berdiri. Masyarakat silakan lapor ke kami, nanti akan diberi penanganan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Riyanto menyatakan, seluruh hewan yang memiliki ciri-ciri PMK akan diperlakukan sebagai positif PMK. Sebab, biaya tes di laboratorium mahal, sehingga lebih efektif dengan cara demikian.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.