Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Demokrat Respon Soal Kalisi dengan PKB pada Pilpres 2024

Demokrat Respon Soal Kalisi dengan PKB pada Pilpres 2024
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin iskandar (kiri) menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (8/7/2020). (Antara-Reno Esnir)

MURIANEWS, Jakarta- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat, rupanya mendapatkan respon positif. Bahkan Partai demokrat membuka peluang itu.

Namun, posisi PKB dalam hal ini tidak diperkenankan untuk menjadi capres, melainkan menjadi pemimpin di poros sebagai cawapres.

Penjajakan koalisi dimungkinkan dapat terjadi setelah melihat pengalaman koalisi politik pada saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden. Pengalaman itu dimungkinkan bisa terulang kembali dalam Pilpres 2024 mendatang.

“Partai Demokrat tak ada beban dan terbuka untuk membangun koalisi dengan partai manapun termasuk dengan PKB. Kita punya pengalaman koalisi selama dua periode Pemerintahan SBY,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani, dikutip dari Detik.com, Rabu (25/5/2022).

BacaKoalisi Indonesia Bersatu Diprediksi Rontok Sebelum 2024

Namun, soal figur capres dan cawapres, Kamhar menyebut pihaknya bakal mengerucutkan sikapnya pada akhir 2022 atau 2023 mendatang.

Kendati begitu, dia menganggap figur Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju menjadi capres dan Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi cawapres merupakan tawaran yang menarik apabila keduanya berkoalisi.

“Terkait Pilpres 2024, sikap politik Partai Demokrat baru akan mengerucut di penghujung 2022 atau awal 2023 nanti,” kata Kamhar.

“Itu menjadi tawaran menarik (soal AHY dan Cak Imin),” imbuhnya.

BacaFahri Hamzah Tiba-Tiba Minta Koalisi Indonesia Bersatu Dihentikan

Hanya, partai Demokrat dan PKB masih belum memenuhi syarat ambang batas presidential threshold sebesar 20% sebagai koalisi yang hendak mengusung capres.

“Tapi Partai Demokrat dan PKB saja belum cukup untuk tiket, masih butuh satu partai lagi untuk memenuhi ambang batas Pilpres,” ujarnya.

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...