Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dijual Rp 10 Juta, Begini pengakuan Penjual Senpi di Klaten Bisa Rakit Senjata

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo (paling kiri), menunjukkan senjata api rakitan serta amunisi tajam yang disita dari tersangka penjualan senjata api rakitan secara ilegal di Mapolres Klaten, Rabu (25/5/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

MURIANEWS, Klaten – Polres Klaten menangkap DS (33) warga Kecamatan Baki, Sukoharjo atas kasus jual beli senjata api (Senpi) rakitan. Kepada petugas, DS mengaku membanderol senjata api rakitannya dengan harga Rp 10 juta.

Lantas dari mana ia belajar membuat senjata rakitar tersebut?

Baca: Jual Senpi Rakitan, Pria Sukoharjo Ini Ngaku TNI saat Diringkus Polisi di Klaten

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, ia belajar merakit senjata api secara otodidak. Senjata api itupun dirakit dari airsoft gun yang dimodifikasi

”DS ini mengaku belajar otodidak merakit senjata api. Bahan dasarnya dar airsoft gun,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (25/5/2022).

Sementara itu, DS mengaku, untuk membuat senjata api tersebut, ia harus merogoh kocek hingga Rp 7 juta. Total biaya yang dia keluarkan tersebut untuk membeli airsoft gun dan amunisi tajam hingga merakit senjata.

“Biayanya sekitar Rp 7 juta. Sudah termasuk beli airsoft gun. Belinya secara online,” ungkapnya.

Ia pun mengakui, sebelum dijual, senpi rakitan buatannya juga sudah pernah diuji coba sebanyak delapan kali. “Saya coba di belakang rumah dan meletus dengan sasaran air,” jelas dia.

Ia juga mengaku sebagai anggota TNI saat polisi menggerebeknya dengan harapan tidak ditangkap. Baju olahraga TNI yang ia pakai diperoleh saat ia mengikuti pendidikan masuk kerja di perusahaan batubara di Bandung.

DS yang memiliki pekerjaan sampingan jual-beli sepeda motor pedotan itu mengatakan awalnya membeli airsoft gun untuk jaga diri. “Buat pegangan hadapi DC (debt collector),” ujar dia.

Baca: Amankan Natal, 750 Personel Bersenpi Bakal Jaga Gereja di Solo

Sebelumnya, Polres Klaten menangkap DS (33) warga Kecamatan Baki, Sukoharjo. Penangkapan itu dilakukan lantaran tersangka nekat menjual senjata api (senpi) rakitan via online.

Tak hanya itu, pelaku juga mengaku sebagai anggota TNI AD saat digerebek anggota Satreskrim Polres Klaten, Jumat (20/5/2022) lalu.

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari patroli siber yang dilakukan Satreksrim Polres Klaten. Dari patroli itu, petugas menemukan postingan di media sosial ihwal penawaran senjata api rakitan jenis revolver seharga Rp 10 juta.

”Polisi lantas melakukan penyelidikan dan menerima informasi pelaku alias pemilik akun penjual senjata api rakitan itu akan melakukan transaksi COD (cash on delivery) di samping Stadion Trikoyo Klaten,” katanya saat jumpa pers, Rabu (25/5/2022).

Baca: Polisi Bongkar Sindikat Jual Beli Senpi Rakitan di Riau

Tak menunggu waktu lama, Tim Resmob Satreskrim Polres Klaten langsung menangkap tersangka. Petugas menemukan satu pucuk senjata api pistol rakitan jenis revolver berwarna putih perak dengan gagang kayu warna cokelat.

”Selain itu, petugas menemukan 42 butir peluru tajam standar pabrik dengan kaliber 9 mm, delapan butir peluru tajam standar pabrik dengan kaliber 38 mm serta barang bukti lainnya,” terangnya.

Saat mau ditangkap, DS sempat mengaku sebagai anggota TNI AD. Dia meyakinkan petugas dengan baju olahraga yang dia kenakan menggunakan seragam olahraga TNI. Namun, DS tak bisa menunjukkan kartu anggota TNI.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...