Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jual Senpi Rakitan, Pria Sukoharjo Ini Ngaku TNI saat Diringkus Polisi di Klaten

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo (paling kiri), menunjukkan senjata api rakitan serta amunisi tajam yang disita dari tersangka penjualan senjata api rakitan secara ilegal di Mapolres Klaten, Rabu (25/5/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

MURIANEWS, Klaten – Polres Klaten menangkap DS (33) warga Kecamatan Baki, Sukoharjo. Penangkapan itu dilakukan lantaran tersangka nekat menjual senjata api (senpi) rakitan via online.

Tak hanya itu, pelaku juga mengaku sebagai anggota TNI AD saat digerebek anggota Satreskrim Polres Klaten, Jumat (20/5/2022) lalu.

Baca: Satu dari Lima Penculik Bersenpi di Batang Ternyata Perempuan

Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari patroli siber yang dilakukan Satreksrim Polres Klaten. Dari patroli itu, petugas menemukan postingan di media sosial ihwal penawaran senjata api rakitan jenis revolver seharga Rp 10 juta.

”Polisi lantas melakukan penyelidikan dan menerima informasi pelaku alias pemilik akun penjual senjata api rakitan itu akan melakukan transaksi COD (cash on delivery) di samping Stadion Trikoyo Klaten,” katanya saat jumpa pers seperti dikutip Solopos.com, Rabu (25/5/2022).

Tak menunggu waktu lama, Tim Resmob Satreskrim Polres Klaten langsung menangkap tersangka. Petugas menemukan satu pucuk senjata api pistol rakitan jenis revolver berwarna putih perak dengan gagang kayu warna cokelat.

Baca: Tersangka Senpi Rakitan di Riau Terancam Hukuman Mati

”Selain itu, petugas menemukan 42 butir peluru tajam standar pabrik dengan kaliber 9 mm, delapan butir peluru tajam standar pabrik dengan kaliber 38 mm serta barang bukti lainnya,” terangnya.

Saat mau ditangkap, DS sempat mengaku sebagai anggota TNI AD. Dia meyakinkan petugas dengan baju olahraga yang dia kenakan menggunakan seragam olahraga TNI. Namun, DS tak bisa menunjukkan kartu anggota TNI.

“Kemudian Satreskrim berkoordinasi dengan Kodim. Akhirnya sama-sama ditindaklanjuti dan dipastikan yang bersangkutan bukan anggota TNI,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan, senjata api rakitan yang dibuat tersangka merupakan modifikasi dari airsoft gun. Pelaku mendapatkan airsoft gun dari membeli secara online.

Bagian dalam airsoft gun dimodifikasi tersangka hingga bisa digunakan untuk menembakkan amunisi senjata api. Sementara, amunisi yang dimiliki tersangka dibeli secara online. Oleh tersangka, senjata api hasil rakitannya kemudian ditawarkan secara online.

Baca: Terekam CCTV, Pria Bersenpi Diduga Curanmor di Bekasi Diburu Polisi

“Senjata api rakitan belum sempat terjual,” kata Kapolres.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...