Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pekerja Pungkook Grobogan Keluhkan Fasilitas Ibadah, Ini Kata Disnakertrans

Pekerja Pungkook Grobogan Keluhkan Fasilitas Ibadah, Ini Kata Disnakertrans
Kepala Disnakertrans Grobogan Teguh Harjo Kusumo. (MURIANEWS/Saiful Anwar).

MURIANEWS, Grobogan – PT Pungkook Indonesia Grobogan diminta memberikan fasilitas ibadah yang layak buat pekerjanya. Itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan Teguh Hardjokusumo.

Pernyataan itu sebagai respon adanya keluhan para pekerja PT Pungkook Indonesia Grobogan terkait fasilitas ibadah bagi mereka yang beragama Islam.

Teguh mengatakan, penyediaan fasilitas ibadah disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Bila memang yang tersedia belum sesuai dengan keinginan pekerja, maka kemampuan perusahaan sementara baru demikian.

Baca: Pekerja Pungkook Grobogan Keluhkan Fasilitas Ibadah, Ini Klarifikasinya

“Pungkook mampunya baru ruangan kecil di setiap lantai. Kan fasilitas wajib tapi disesuaikan dengan kemampuan. Nanti pelan-pelan. Kami akan melakukan pendekatan intensif ke perusahaan,” kata Teguh, Rabu (25/5/2022).

Sementara itu, terkait usulan lain yang mencuat dalam Sarasehan Buruh Grobogan pada Selasa (24/5/2022) kemarin di Hotel Kyriad Purwodadi. Di mana, pekerja perempuan mengusulkan adanya fasilitas transportasi.

“Sesuai dengan ketentuan, pengusaha wajib menyediakan angkutan antar-jemput bagi pekerja perempuan yang bekerja antara pukul 23.00 WIB-05.00 WIB. Namun bila pulangnya pukul 22.30 WIB, perusahaan tidak wajib menyediakan sarana transportasi,” tambahnya.

Hal itu sesuai Pasal 76 ayat (4) UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ketentuan itu juga diatur di Kepnaker Nomor 224/Men/2003 tentang Kewajiban pengusaha yang mempekerjakan buruh perempuan.

“UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan itu juga menerangkan kewajiban perusahaan menyediakan tempat parkir, tempat ibadah, sarana olahraga, dan klinik kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pekerja dan kemampuan perusahaan,” tutupnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...