Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rob Bikin Petani Tambak Pati Rugi Rp 28 Miliar

Rob Bikin Petani Tambak Pati Rugi Rp 28 Miliar
Tambak-tambak di Kabupaten Pati yang tergenang air rob, Senin (23/5/2022) lalu. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Rob yang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Pati membuat petani tambak di sana sedih. Sebab, mereka mengalami kerugian hingga Rp 28 miliar imbas dari bencana itu.

Itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Edy Martanto usai meninjau dampak rob di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Rabu (25/5/2022).

Ia mencatat sekitar 2.005 hektare tambak di pesisir pantai utara Pati terdampak rob. Tambak-tambak yang terdampak itu tersebar di sepanjang garis pantai Kabupaten Pati.

Baca: Rob Genangi Sejumlah Desa di Pati

Yakni, dari Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti (perbatasan dengan Jepara) hingga Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan (perbatasan dengan Kabupaten Rembang).

“Kami sudah keliling melihat kondisi, atau melihat langsung dampak air pasang yang merupakan fenomena alam. Dampaknya lumayan. Luasan sekitar 2000 hektare. Itu tambak ikan bandeng, nila dan sebagian udang,” ujar Edy.

“Tadi saya hitung dari temen-temen, laporan sementara, sampai Rp 28 miliar lebih. Itu dari sekitar luas lahan 2.005 hektar. Yang terkena itu dari puncel sampai pecangaan dan bukan hanya di Pati, tapi juga pesisir pantura. Pati termasuk tambaknya luas sehingga cakupannya luas juga,” lanjut dia.

Menurutnya, kerugian itu bisa bertambah. Mengingat belum semua kerugian petani tambak dilaporkan kepadanya. Selain itu, kerugian infrastruktur juga belum dihitung.

“Itu belum termasuk infrastruktur, kalau infrastruktur yang rusak itu termasuk di Banyutowo tanggulnya 50 meter ambruk,” kata dia.

Ia pun segera melaporkan kejadian dan kerugian ini kepada Dirjen Kelautan Kementerian Kelautan. Diharapkan, Kementerian memberikan kebijakan untuk mengurangi kerugian para petani tambak.

“Kami (juga akan) memberikan edukasi kepada masyarakat yang belum terkena banjir agar segera dipanen atau dipasangi jaring. Itu penanggulangan darurat,” tutur dia.

Sementara itu berdasarkan pengamatannya, banjir rob sudah mulai surut sejak Selasa (24/5/2022).

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...