Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

230 Kasus Mafia BBM dan Elpiji Terungkap, Paling Banyak di Pati

230 Kasus Mafia BBM dan Elpiji Terungkap, Paling Banyak di Pati
Salah satu gudang mafia BBM ilegal asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 230 kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji berhasil diungkap. Pengungkapan kasus itu dilakukan kepolisian sejak Januari hingga Mei 2022.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan, dari jumlah itu 335 orang ditetapkan tersangka. Menurutnya, kasus di Kabupaten Pati, Jawa Tengah merupakan yang terbesar.

“Ada 230 kasus yang berhasil diungkapkan dengan 335 tersangka. Pengungkapan kasus (di Pati) ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun 2022,” katanya saat memimpin konferensi pers di Pati, Selasa (24/05/2022).

Baca: Sindikat Penimbun Solar Subsidi di Pati Disikat Bareskrim Polri

Diketahui, kasus mafia BBM ilegal di Pati setidaknya menjerat sebelas tersangka. Mereka memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai dari pemodal hingga sopir pembeli dan pendistribusi BBM.

Para tersangka mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar dengan membeli di SPBU-SPBU. Mereka menggunakan mobil modifikasi sehingga bisa menampung banyak BBM.

Setelah itu, mereka menjual kepada nelayan dengan harga antara Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per liter. Keuntungan dari praktek ini sekitar Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu per liter.

Setiap harinya, komplotan ini dapat mengangkut dan menjual BBM solar sekitar 10.000 liter hingga 15.000 liter. Dengan begitu, keuntungan dari operasi ilegal ini mencapai Rp 75 juta per harinya.

Kapolda Jetang Irjen Pol Ahmad Luthfi menambahkan, kasus mafia BBM dan elpiji di Jawa Tengah sudah ada di delapan Polres. Kabupaten Pati merupakan Polres yang ke delapan.

Pihaknya terus menerus berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan monitoring distribusi hingga penjualan BBM di pasaran.

“Lewat satgas Puser Bumi, Polda Jateng bekerjasama dengan Pertamina untuk memantau BBM di pasaran. Masalah monitoring distribusi dan penyaluran BBM merupakan salah satu  arahan penting Kapolri dan ini tentunya ini wujud pelaksanaan dari kebijakan Presiden,” kata Irjen Pol Ahmad Luthfi.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...