Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Korban Banjir Rob di Semarang Mulai Terserang Penyakit

Warga Bandarjarjo Semarang saat berada di rumah dan memilih bertahan ditengah kepungan banjir rob. (Detik/Afzal Nur Iman)

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah warga yang menjadi korban banjir rob di Kelurahan Bandarharjo, Semarang mulai terserang penyakit. Beberapa di antaranya mengalami gatal-gatal hingga mual.

Meski begitu, mereka masih bertahan di rumah. Kebanyakan masih menunggu air surut. Hanya saja, mereka akan tetap mengungsi jika air terus meninggi.

Baca: Rob Semarang Capai 2 Meter Lebih, Kawasan Tanjung Emas Paling Parah

”Ya ini keluhannya cuma kaki tangan gatal-gatal, sama rasanya tuh mual kembung gitu,” kata Damiyanti (57), warga RT 6 RW I Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, Semarang seperti dikutip dari Detik.com.

Dirinya dan warga lain memutuskan untuk bertahan di rumah masing-masing. Karena itu, di lokasi pun nampak aktivitas masih berjalan seperti biasa.

Damiyanti sendiri memutuskan bertahan di rumah untuk menjaga harta bendanya. Terlebih dirinya tinggal bersama suami yang tunanetra dan mendapat nafkah dari warung yang ada di depan rumahnya.

Padahal rumahnya termasuk yang tergenang air. Air di dalam rumahnya sendiri masih tinggi dan hampir membasahi kasurnya yang ada di atas dipan.

Baca: Dinsos Jateng: Korban Banjir Rob Semarang-Demak Tembus 22 Ribu Orang

“Bapak di sana tunanetra, enggak berani ke mana-mana,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Bandarharjo, Sayoko menyebut bila bantuan sudah datang dari uluran tangan berbagai pihak. Termasuk pemeriksaan kesehatan dari puskesmas.

“Kalau puskesmas tadi pagi sudah ada dari Bulu Lor, kita share ke grup, keluarga yang ada keluhan kesehatan pusing gatal-gatal perutnya, pokoknya ada keluhan kesehatan kita arahkan ke sini,” katanya saat ditemui di posko banjir Kelurahan Bandarharjo, Semarang.

Namun, pihaknya juga menyatakan bila warganya masih membutuhkan berbagai bantuan. Terutama air bersih, obat-obatan, dan keperluan bayi.

“Untuk sekarang ini (kebutuhannya) obat-obatan kemudian pampers, kemudian air bersih, tadi juga ada dari PDAM sih satu tangki sudah masuk, tapi kan kalau dibilang kurang tetap kurang karena kan melihat medan, tidak semua mobil bisa masuk ke sini,” ungkapnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...