Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Laga Final Champions 2021-2022, Dekat Dengan Peringatan 37 Tahun Tragedi Heysel

Tragedi Heysel
Tragedi Heysel, 29 Mei 1985. Melibatkan pendukung Liverpool dan Juventus di Final Piala Champions. (tangkapan layar)

MURIANEWS, Kudus- Secara kebetulan atau memang disengaja, belum bisa dipastikan. Namun ternyata pelaksanaan Final Champions 2021-2022 yang akan berlangsung pada Sabtu (28/5/2022) malam waktu Prancis atau Minggu (29/5/2022) dinihari WIB, berdekatan dengan peringatan 37 tahun Tragedi Heysel 1985.

Tim Liverpool, dipastikan akan mendapatkan ikatan emosional yang paling erat terkait dengan hal ini. Sebab mereka, pada Final Champions akhir pekan ini kembali terlibat di pertandingan puncak.

Tragedi Heysel sendiri merupakan salah satu insiden paling kelam dalam sejarah sepak bola di Eropa, khususnya Piala Champions. Kejadiannya berlangsung pada 29 Mei 1985 di Stadion Heysel, Belgia. Saat itu Liverpool bertanding menghadapi Juventus dari Italia.

Berawal dari saling mengejek antara pendukung Liverpool dan Juventus, peristiwa tragis ini terjadi. Sebanyak 39 orang diketahui tewas dalam kejadian ini. Sekitar satu jam sebelum kick off, para pendukung Liverpool menyerbu pendukung Juventus, setelah menjebol pagar pembatas.

BACA JUGA: Tragedi Heysel 1985, Liverpool Menyampaikan Permintaan Maaf Setelah 20 Tahun Berlalu

Para pendukung Juventus, yang saat itu berasal dari kelompok biasa, tidak memberikan perlawanan sama sekali. Selanjutnya mereka mundur, ke arah pagar pembatas yang lain. Banyaknya pendukung Juventus yang bergerombol karena serbuan pendukung Liverpool, membuat konstruksi pembatas tidak kuat menahan.

Dinding pembatas yang berada di dekat kerumunan para pendukung Juventus akhirnya roboh. Reruntuhannya menimpa mereka, dan membuat 39 orang kehilangan nyawa. Lebih dari 600 orang lainnya diketahui mengalami luka-luka dalam berbagai level.

Tragedi Heysel, selanjutnya menjadi masa gelap bagi dunia sepak bola Inggris. Klub-klub Inggris oleh UEFA tidak diperkenankan mengikuti kompetisi di tingkat Eropa selama 5 tahun.

Meski saat itu sepak bola Inggris tengah mencapai kejayaan, hukuman itu diterima FA (Federasi Sepak bola Inggris) tanpa syarat. FA dan pemerintah Inggris saat itu benar-benar merasa menyesal atas kejadian yang menimpa para pendukung Juventus itu.

Namun demikian, saat itu UEFA mengambil keputusan yang mengejutkan. Meski telah muncul 39 korban meninggal, pertandingan antara Liverpool Vs Juventus tetap digelar. Keputusan ini akhirnya menjadi kontroversi, dan sempat menjadi pembicaraan panjang.

Juventus yang saat itu diperkuat bintang Prancis Michel Platini dan striker jangkung Polandia, Zigniew Boniek, akhirnya memenangkan gelar dengan penuh perasaan emosional. Mereka menang 1-0 lewat gol pinalti Michel Platini.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Dari Berbagai Sumber

Comments
Loading...