Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sembilan Sapi Bergejala Mirip PMK, Dispertan Kudus Tunggu Hasil Laboratorium

Sembilan Sapi Bergejala Mirip PMK, Dispertan Kudus Tunggu Hasil Laboratorium
Ilustrasi: Dokter hewan Dispertan Kudus mengecek kesehatan sapi di salah satu kandang di Desa Besito Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) diduga menjangkiti sembilan sapi ternak di Kudus. Meski begitu, Dinas Pertanian dan Pangan setempat masih menunggu hasil laboratorium.

Sembilan sapi yang bergejala mirip PMK itu ditemukan Sabtu dan Minggu (21-22/5/2022). Sapi-sapi itu didapati di Desa Menawan Kecamatan Gebog, Ternadi (Dawe) dan Karangbener (Bae).

Dinas sudah mengambil sampel dari sembilan sapi itu. Sampel itu kemudian dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.

Baca: Sembilan Sapi Ternak di Kudus Bergejala Mirip PMK

Itu diungkapkan Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan, Senin (23/5/2022).

“Sampai saat ini kami belum dapat memastikan apakah sapi-sapi tersebut terkena PMK atau tidak. Kami masih menunggu hasil laboratoriumnya dari Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta,” katanya.

Meski demikian, Agus menyebutkan gejala yang diidap sembilan sapi itu mengarah ke PMK. Seperti memiliki suhu tubuh 39 derajat celcius sampai 41 derajat celcius.

Kemudian, ada memar di bibir, dan sariawan di bagian lidah. Selain itu kaki hewan pincang dan terdapat luka.

“Kami terus berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Karena hasil pastinya kan harus dicek laboratorium,” sambungnya.

Agus mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir. Menurutnya, penularan PMK itu hanya terjadi dari hewan ternak ke hewan ternak lainnya.

“Tidak menularkan ke manusia. Jadi tidak perlu khawatir. Bahkan daging hewan yang terinfeksi PMK masih bisa dikonsumsi asal dimasak dengan benar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan peternak. Hal itu untuk mencegah adanya penularan PMK ke hewan ternak lainnya.

“Kami terus melakukan pendampingan dan juga tracking. Jadi tidak perlu khawatir,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...