Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rob Semarang Capai 2 Meter Lebih, Kawasan Tanjung Emas Paling Parah

Sejumlah warga saat mengevakuasi diri setelah rob di kawasan Tanjung Emas semakin meninggi. (Tangkap Layar)

MURIANEWS, Semarang — Ketinggian bajir rob di pesisir Kota Semarang saat ini lebih dari dua meter. Selain tanggul Tambak Muyo yang jebol, rob ini juga akibat siklus akhir bulan setelah purnama, di mana bumi dan bulan dalam posisi terdekat.

Peugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Retno Widyaningsih mengatakan, ketinggian banjir rob yang melanda daerah pesisir di Kota Semarang saat ini tercatat 210 sentimeter (cm).

Baca: Tanggul di Tambak Mulyo Jebol, Rob Genangi Semarang

”Ketinggian banjir rob yang bersamaan dengan gelombang tinggi hari ini tercatat 210 cm,” ujar Retno, seperti dikutip Solopos.com.

Ia menyebut banjir rob dan gelombang tinggi yang terjadi akibat siklus akhir bulan setelah purnama dan bumi dengan bulan dalam posisi terdekat ini juga melanda kawasan pesisir di Kabupaten Rembang, Pati, Demak, Pekalongan hingga Tegal.

”Adanya banjir rob dan gelombang tinggi yang mulai sekitar pukul 13.00 WIB ini menyebabkan limpasannya ke daratan terasa cukup deras,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sekitar lokasi kejadian, banjir rob di Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, ini diperparah dengan adanya tanggul yang jebol sehingga area yang terdampak cukup luas.

Baca: Rob Genangi Sejumlah Desa di Pati

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas telah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan banjir rob dan gelombang tinggi kepada masyarakat.

”Peringatan banjir rob dan gelombang tinggi kami keluarkan untuk tanggal 23-24 Mei 2022,” kata Retno.

Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo, menambahkan tinggi gelombang di wilayah Pantura Jateng sampai Laut Utara Jateng pada tiga hari ke depan berkisar 125-200 cm.

”Gelombang tinggi tersebut mendorong air laut melimpas ke daratan sehingga pada saat titik puncak pasang yang ditambah dorongan air laut otomatis menambah ketinggian dari air pasang yang berimbas pada luasnya area terdampak saat ini,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...