Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasus Bentrok Antarpemuda di Ngabul Jepara Berakhir Damai

Kasus Bentrok Antarpemuda di Ngabul Jepara Berakhir Damai
Tangkap layar video bentrok antarpemuda. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Kasus bentrok antarpemuda di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan Jepara berakhir damai. Itu setelah kedua kelompok dipertemukan dan saling memaafkan.

Diberitakan sebelumnya, beredar video terjadi bentrok antarpemuda. Dalam video tampak seseorang membawa celurit. Pembuat video pun histeris dan menyebut telah terjadi pembacokan.

Namun, setelah polisi melakukan pemeriksaan, tak ada peristiwa pembacokan dalam insiden itu. Meski korban mengalami luka di kepala, tapi, itu bukan diakibatkan dari senjata tajam.

Baca: Geger Video Bentrok Antarpemuda di Jepara, Ini Faktanya…

Kesepakatan damai terwujud setelah polisi mempertemukan korban dengan pelaku. Perjanjian damai itu disaksikan Petinggi Ngeleng, Sowan Lor, Carik Surodadi, dan orang tua pelaku serta korban.

Dari pertemuan itu, terungkap nama-nama pelaku. Empat pelaku yaitu RA (15), ABS (22), dan NDP (17) yang merupakan warga Desa Ngeleng, Kecamatan Pecangaan dan satu pelaku lain berinisial GA (16) yang merupakan warga Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung.

Sementara itu, dua korban yang mereka keroyok yaitu NA (18) dan MBS (15) yang merupakan warga Desa Surodadi, Kecamatan Kedung.

Salah satu pelaku, ABS mengakui dia dan tiga temannya adalah pelaku pengeroyokan terhadap kedua korban. Namun, pengakuannya justru berbeda dengan video bentrokan yang viral di media sosial. Bahwa dalam video itu terlihat ada salah satu orang yang membawa celurit.

“Saya saat itu tidak membawa senjata tajam. Dan kami tidak tahu siapa yang membawa senjata tajam (celurit, red) tersebut,” kata ABS, Sabtu (20/5/2022).

Atas peristiwa tersebut, ABS bersama teman-temannya meminta maaf kepada warga Jepara. Sebab, karena bentrokan tersebut, sebagian warga sempat dibuat khawatir dan resah.

Di sisi lain, NA, selaku korban juga mengaku tidak mengalami luka bacok. Bersama temannya, dia hanya mengalami luka pada bagian kepala akibat pukulan tangan yang diselipkan kunci sepeda motor.

“Saya dan kawan saya tidak mengalami luka bacok. Saya juga tidak tahu siapa orang yang membaca celurit tersebut,” ungkap AN.

Dalam pertemuan tersebut, keduabelah pihak memutuskan untuk berdamai. Mereka bahkan saling memaafkan sambil bersalam-salaman.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...