Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Curhat Jokowi Tahan Harga Pertalite Agar Tidak Naik

Curhat Jokowi Tahan Harga Pertalite Agar Tidak Naik
Presiden Indonesia, Jokowi akan menjamu para pembalap MotoGP dengan wedang jahe. (facebook.com/Jokowi)

MURIANEWS, Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat soal Bahan Bakar Bersubsidi (BBM) jenis pertalite agar tidak naik. Bahkan dia mengaku menahan-nahan subsidi tersebut di tenagh lonjakan minyak dunia dan komoditas energi lainnya.

“Yang namanya Pertalite ini, kita tahan-tahan betul agar tidak naik dan harganya tetap di angka Rp7.650 (per liter),” kata Jokowi, dikutip dari antaranews.com, Sabtu (21/5/2022).

Jokowi membandingkan harga BBM di Indonesia dengan harga di negara-negara lain yang telah meningkat. Terlebih terjadi tekanan harga komoditas energi di pasar global sebagai dampak eskalasi perang antara Rusia dan Ukraina.

Kenaikan harga BBM di negara lain, ujarnya, jauh melebihi harga BBM di Indonesia. Pemerintah dapat mempertahankan harga BBM Pertalite saat ini dengan memberikan subsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca: Isu kenaikan Harga Pertalite, Menteri BUMN: Belum Ada Rencana

“Saya lihat misalnya di Jerman, bensin sudah Rp31 ribu, sudah hampir dua kali lipat, di Singapura Rp32 ribu, di Thailand Rp20.800, (harga) ini kalau saya rupiahkan. Di Amerika Rp18 ribu kurang lebih. Kita masih Rp7.650 (Pertalite),” ujar Presiden Jokowi.

Namun Presiden juga mengingatkan bahwa ketahanan dan kesehatan fiskal di APBN juga harus diperhatikan. Jangan sampai ketidakpastian ekonomi global membuat defisit APBN semakin meningkat.

“Subsidi dari APBN itu gede sekali. Masalahnya adalah tahan kita sampai kapan? kalau perangnya gak rampung-rampung,” ujar Presiden Jokowi.

Baca: Stok Pertalite di Jepara Dipastikan Aman Saat Lebaran

Presiden juga mengajak masyarakat untuk bersyukur karena harga Pertalite masih dapat ditahan di Rp7.650 per liter. Selain itu kegiatan ekonomi di Indonesia juga secara bertahap sudah dapat dibuka karena kondisi pandemi Covid-19 yang terkendali.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Antaranews.com

Comments
Loading...