Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KUDUS FESTIVAL 2022

Hawuk-Hawuk, Penganan Jadul Khas Wates Mejeng di Kudus Festival Jakarta

Aneka penganan berbahan dssar ketan dari Desa Wates Kabupaten Kudus (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Bagi masyarakat awam, penganan bernama hawuk-hawuk akan terdengar asing bahkan aneh. Namun, bagi masyarakat Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bukan hal yang asing.

Ada juga penganan jadul bernama ladu yang khas dari Wates, Kudus. Dua penganan yang diolah dari bahan dasar ketan ini mejeng di Kudus Festival “Kota Empat Negri” yang digelar Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) di Museum Satria Mandala Jakarta, Sabtu-Minggu (21-22/05/2022).

Desa Wates di Kecamatan Undaan tersebut memang punya lahan pertanian ketan seluas 425 hektare. Karena itu, tidak salah jika warganya sangat terampil dalam mengolah aneka makanan dan minuman yang terbuat dari ketan.

Ladu sendiri merupakan olahan ketan yang direndam kemudian dicampur parutan kelapa lalu disangrai dan diberi gula jawa.

Sementera Awug-awug, merupakan olahan ketan yang hampir sama prosesnya dengan Ladu, namun bedanya adalah proses akhirnya yakni dikukus.

Baca: Tabuhan Beduk dan Tari Kretek Buka Kudus Festival di Jakarta

Dalam Kudus Festival ini ada 12 kue tradisional dan tiga minuman tradisional dari Kudus lainnya yang diboyong ke ibu kota dengan harapan penganan-penganan itu bisa naik kelas.

“Ada ladu, ada hawuk-hawuk, ada ketan abon, ada ketan juroh, ada tape ketan, bahan bakunya kami bawa langsung dari Wates Undaan kami buat di sini khusus untuk Kudus Festival 2022,” kata Ketua Pokdarwis Desa Wates Sutrisno, Sabtu (21/5/2022).

Melalui even ini, dia berharap penganan-penganan tradisional yang mulai punah bisa bangkit kembali dan lebih dikenal oleh kalangan luas.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk lebih melestarikan kue-kue jadul seperti ini, sehingga tidak ada kata punah untuk panganan tradisional,” tandasnya.

Baca: Lentog Hingga Sate Kebo Bakal Diboyong ke Kudus Festival di Jakarta

Salah satu pengunjung yang merasakan penganan hawuk-hawuk, Ricky, mengaku asing dengan namanya. Dia sempat ragu apakah makanan jadul tersebut cocok di lidahnya atau tidak.

Namun setelah diicipi, dia mengatakan rasanya manis dan gurih dan cocok dengan seleranya.

“Enak rasanya ternyata, baru tahu ini di sini, saya mau keliling lagi cari kuliner-kuliner unik di sini,” pungkas warga Jakarta tersebut.

Gelaran Kudus Festival menjadi wadah bagi warga Kudus di Jabodetabek untuk berkumpul dan melepas kerinduan bersama. Utamanya dengan kebudayaan dan makanan-makanan khas Kota Kretek.

FKMK membawa sejumlah kebudayaan daerah untuk show di even ini. Mulai dari kesenian seni barongan, kirab jenang, ketoprak hingga wayang klithik khas Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.

Selain itu, kuliner khas seperti lentog, sate kebo, ego tahu telor, sego pindang, soto Kudus, opor gosong, garang asem, sego jangkrik, dan aneka cemilan seperti gethuk nyimut es gempol, leker, kopi muria, nanti ada di Kudus Festival.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.