Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Keutamaan Salat Subuh Berjamaah yang Perlu Diketahui

Ini Keutamaan Salat Subuh Berjamaah yang Perlu Diketahui
Foto: Ilustrasi salat berjamaah di masjid (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus– Salat lima waktu merupakan kewajiban umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan. Salat merupakan rukun Islam yang kedua.

Mengutip dari laman NU Online Jatim, di antara salal lima waktu, salat subuh merupakan ibadah wajib yang paling berat. Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya orang tidur sedangkan kewajiban salat subuh tetap berjalan.

Terlebih melaksanakan salat subuh secara berjama’ah sangat berat menjalankannya. Padahal salat subuh berjamaah memiliki banyak keutamaan, di antaranya, mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.

Baca juga: Melaksanakan Salat Tahajud setelah Salat Witir, Bolehkah? Begini Penjelasannya

Dalam salah satu hadits disebutkan:

عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال : بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: Dari Buraidah al-Aslami dari Nabi Muhammad, sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dalam hadits lain diriwayatkan dari Utsman bin Affan, Rasulullah bersabda:

مَن صَلىَّ العِشاءَ في جَمَاعةٍ، فكأنَّما قَامَ نِصفَ الليلِ، ومَن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه

Artinya: Barang siapa yang melakukan salat isya berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat setengah malam. Barang siapa yang melakukan salat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti manusia yang melakukan salat malam sepanjang waktu. (HR. Muslim)

Dua hadits di atas menegaskan bahwa salat subuh berjamaah lebih unggul dibandingkan salat subuh sendirian, apalagi salatnya dikerjakan secara berjamaah akan mendapatkan pahala 27 derajat.

Anas bin Malik meriwayatkan dari Rasulullah:

مَن صلَّى الغَداةَ في جَماعةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يذكُرُ اللَّهَ حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ ، ثُمَّ صلَّى رَكعتينِ كانت لَه كأجْرِ حَجَّةٍ وعُمرةٍ قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : تامَّةٍ تامَّةٍ تامَّةٍ

Artinya: Barang siapa yang salat subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas salat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah bersabda, yang sempurna, sempurna, sempurna. (HR. Tirmidzi).

Selain itu, keutamaan salat subuh juga terdapat pada salat sunnah qabliyah subuh (shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh). Hal ini disampaikan oleh Ummul Mukminin Aisyah, bahwa

Rasulullah bersabda:

ركعتا الفجر خيرٌ من الدنيا وما فيها

Artinya: Dua rakaat (shalat sunah qabliyah) subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya. (HR. Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah)

Selain itu, dengan salat subuh berjamaah seseorang akan dihindarkan dari penyakit kemunafikan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

ليسَ صَلَاةٌ أثْقَلَ علَى المُنَافِقِينَ مِنَ الفَجْرِ والعِشَاءِ، ولو يَعْلَمُونَ ما فِيهِما لَأَتَوْهُما ولو حَبْوًا، لقَدْ هَمَمْتُ أنْ آمُرَ المُؤَذِّنَ، فيُقِيمَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا يَؤُمُّ النَّاسَ، ثُمَّ آخُذَ شُعَلًا مِن نَارٍ، فَأُحَرِّقَ علَى مَن لا يَخْرُجُ إلى الصَّلَاةِ بَعْدُ

Artinya: Tidak ada salat yang lebih berat dilaksanakan bagi orang munafik daripada salat subuh dan isya. Seandainya mereka tahu keutamaan yang terdapat di dalamnya (subuh dan isya), niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan muadzin agar didirikan (iqamah) salat, lalu aku perintahkan seseorang untuk memimpin salat (berjamaah), kemudian aku mengambil bara api dan membakar (rumah) orang yang tidak keluar melaksanakan salat berjamaah di masjid (tanpa alasan yang benar) (HR. Bukhari-Muslim).

Dari sini dapat dipahami bahwa salat subuh berjamaah memiliki sejumlah keistimewaan, termasuk sunnah qabliyah subuh. Sebab dengan menjalankan salat subuh berjamaah, akan senantiasa mendapatkan cahaya yang sempurna dan dijauhkan dari sifat nifaq.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jatim.nu.or.id

Comments
Loading...