Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Bupati Banjarnegara Dituntut 12 Tahun Penjara dan Ganti Kerugian Negara Rp 26 M

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono. (Instagram/@budhisarwono)

MURIANEWS, Semarang – Bupati (nonaktif) Banjarnegara Budhi Sarwono dituntut 12 tahun bui dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pada Dinas PUPR Banjarnegara tahun 2017-2018.

Budhi juga dituntut untuk denda senilai Rp 700 juta. Selain itu, jaksa juga menuntut Budhi Sarwono mengembalikan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 26,02 miliar.

Baca: Bupati Banjarnegara Bantah Terima Suap dan Gratifikasi Rp 26 Miliar

Jaksa KPK, Meyer Simanjuntak saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (20/5/2022) mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai tersangka I Budhi Sarwono dan tersangka II Kedy Afandi telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Menuntut terdakwa I Budhi Sarwono dengan pidana penjara selama 12 tahun serta pidana denda sejumlah 700 juta subsider 6 bulan kurungan,” katanya seperti dikutip Detik.com.

Saat sidang tuntutan, Budhi bersama terdakwa Kedy Afandi yang merupakan orang kepercayaannya menghadiri sidang secara daring. Dalam kasus ini Kedy dituntut 11 tahun penjara.

Jaksa menyebut hal yang dianggap memberatkan Budhi yakni dirinya tidak mengakui perbuatannya. Dalam tuntutannya, jaksa juga meminta Budhi untuk mengembalikan uang gratifikasi yang diterimanya senilai sekitar Rp 26 miliar.

Baca: Bupatinya Ditangkap KPK, Ganjar Pimpin Rapat ’Penyelamatan Banjarnegara’

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa I Budhi Sarwono uang pengganti sebesar Rp 26.028.873.500 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap,” terang Meyer.

Pihaknya juga meminta jika uang pengganti tersebut tidak dibayarkan 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka akan diganti dengan kurungan selama 5 tahun.

Setelah jaksa selesai membacakan tuntutannya, ketua majelis hakim, Rochmad mempersilakan kuasa hukum Budhi dan orang kepercayaannya untuk membacakan nota pembelaan atau pleidoi 10 hari kemudian. Sidang pembacaan pleidoi dijadwalkan digelar pada 31 Mei 2022.

Dalam kasus ini, Budhi Sarwono dan Kedy Afandi didakwa melanggar Pasal 12 huruf i Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP, serta Pasal 12B dalam undang-undang yang sama.

Baca: Bantah Terima Rp 2,1 Miliar, Bupati Banjarnegara Tantang KPK

Mereka dianggap terlibat kasus dugaan korupsi terkait pengadaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018 dan gratifikasi. Budhi Sarwono didakwa menerima suap senilai Rp 18,7 miliar dan gratifikasi Rp 7,4 miliar atau total Rp 26,1 miliar.

Sebelumnya, saat persidangan Budhi mengelak semua dakwaan dan menyatakan dirinya tidak terlibat. Budhi mengaku tak pernah menerima uang sebagaimana didakwakan JPU.

“Demi Allah saya tidak pernah menerima uang sepeser pun. Tidak pernah,” Kata Budhi dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar secara online di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang, Selasa (10/5).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...