Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Karya Pelukis di Kudus Ini Penuh Kritik untuk Pemerintah

Pelukis asal Kudus, Solichin Kadar Muhammad menunjukkan lukisan buatannya yang berisi kritik terhadap pemerintah. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pelukis asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Solichin Kadar Muhammad suka menerapkan aliran melukis realis. Karya lukisnya lebih banyak berisi kritikan terhadap pemerintahan.

MURIANEWS menyambangi kediaman Solichin. Dia tinggal di RT 01, RW 03, Desa Bakalan krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di kediamannya tersimpan dua lukisan yang berisi kritikan pada pemerintahan.

Solichin mengatakan, aliran realis merupakan aliran pelukis yang terbiasa menuangkan ide melukis sesuai dengan kenyataan yang dialami pelukis. Menurutnya, kejadiannya benar-benar real atau nyata.

Lukisan yang pertama diberi judul PNS. PNS di sini bukan kependekan dari Pegawai Negeri Sipil. Melainkan, Pesta Negeri Serakah.

Di lukisan itu menggambarkan beberapa PNS yang sedang makan bersama di saat jam kerja.

Solichin menyebut, lukisan itu terinspirasi dari pengalaman pribadinya pada 2005 silam. Saat itu dia hendak mengurus izin untuk mendirikan pabrik rokok kecil.

“Saat itu saya ke salah satu dinas di Kudus untuk mengurus izin. Saat itu masih pukul sembilan pagi. Tetapi pegawainya tidak ada semua. Saya cek sendiri ke belakang, ternyata pada makan-makan. Padahal saat itu jam kerja,” terangnya.

Baca: Kaligrafi Indah Karya Pelukis Kudus Ini Ramah di Kantong

Di lukisannya itu terdapat beberapa PNS dengan seragam cokelat. Ada yang memesan nasi pecel, ada yang duduk di atas kap mesin mobil, ada juga yang duduk di motor. Mereka tampak sedang berbincang-bincang.

“Ini bentuk kritik sosial. Saya tidak  bermaksud menjelek-jelekkan. Tetapi hanya mengelus dada,” ujar dia.

Lukisan keduanya juga berisi kritik. Judulnya BBM. Lukisan miliknya itu menggambarkan kenaikan BBM di Indonesia.

“Itu tahun 2005 eranya SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, red). Saat itu banyak yang protes kenaikan BBM. Terus saya buat lukisan ini dan saya beri judul BBM,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...