Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kaligrafi Indah Karya Pelukis Kudus Ini Ramah di Kantong

Solichin Kadar Muhammad menyelesaikan suvenir kaligrafi handmade. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Solichin Kadar Muhammad, pelukis asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menelorkan karya kaligrafi yang indah. Harga kaligrafi ini pun ramah di kantong, lantaran ia memanfaatkan kayu MDF bekas sebagai media kaligrafi.

Solichin mengaku harus berinovasi jika ingin mendapatkan penghasilan. Menurut dia, jika hanya bergantung pada pesanan melukis saja, penghasilannya tergolong minim.

Oleh sebab itu, muncullah ide darinya untuk memanfaatkan kayu medium density fiberboard atau MDF bekas untuk membuat beragam kaligrafi.

Kayu MDF bekas itu didapatkannya dari salah satu pabrik di Kudus. Biasanya, kayu MDF ini digunakan untuk membuat speaker.

Dia biasa menyelesaikan suvenir kaligrafi handmade di teras rumahnya. Lokasinya di RT 01, RW 03, Desa Bakalan krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Kalau hanya bergantung pada pesanan melukis di kanvas belum tentu sebulan ada yang beli. Akhirnya saya coba membuat suvenir kaligrafi,” katanya, Jumat (20/5/2022).

Dia menjelaskan, ide membuat suvenir kaligrafi itu muncul saat pandemi Covid-19 merebak. Selain itu dia ingin menunjukan barang bekas seperti kayu MDF masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu bernilai jual.

“Perlu diketahui suvenir kaligrafi saya ini handmade, bukan cetakan. Bisa dilihat ini huruf kaligrafinya sama, tetapi jika diperhatikan sebenarnya ada perbedaannya. Seperti garisnya, warnanya juga ini kan tebal tipisnya beda. Jadi ini bukan cetakan lho,” sambungnya.

Baca: Ciamik, Karya Kaligrafi Siswa SMPN 2 Gebog Kudus Dipamerkan

Dia menjelaskan, kayu MDF yang digunakan olehnya itu memiliki diameter 26 sentimeter. Setelah kayu dilukis menjadi kaligrafi yang indah, karya itu dijual dengan harga hanya Rp 25 ribu.

Solichin membeberkan, suvenir kaligrafi buatannya itu menggunakan teknik lukis dari pelukis Agus Kamal dari Yogyakarta dan Koeboe Sarawan dari Batu Malang.

Dia menjelaskan proses pembuatannya kepada MURIANEWS. Pertama, satu bunderan papan MDF diwarnai menggunakan cat tembok bewarna putih yang sudah ditambahkan dengan lem kayu. Kemudian dicat hingga muncul bercak-bercak.

“Setelah muncul bercak-bercak, dilanjutkan dengan memberi warna dasar hijau seperti ini. Kemudian setelah kering, dilanjutkan dengan mengamplas permukaannya sampai muncul seperti warna permukaan bebatuan. Kalau sudah langsung dilukis saja kaligrafinya,” terangnya.

Baca: Kreatif! Perempuan di Kudus Ini Sulap Stocking jadi Kerajinan Bunga Hias

Saat ini pemasaran suvenir kaligrafi handmade buatannya diminati beberapa daerah. Seperti Kudus, Pemalang, Bogor, Tangerang, dan Yogyakarta.  Pemasaran online juga dilakukannya. Yakni lewat Marketplace seperti Shopee.

Ayah tiga anak itu mengaku mampu membuat sepuluh suvenir kaligrafi handmade dalam sehari. Beberapa pekan lalu sebanyak seribu pcs suvenir kaligrafi handmade telah terjual.

“Saat ini sisa 24 pcs saja untuk suvenir kaligrafi,” ujarnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...