Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JATIM

Imbas PMK, Dua Kecamatan di Surabaya Dilockdown

Imbas PMK, Dua Kecamatan di Surabaya Dilockdown
dokter hewan nampak menyuntik sapi yang terpapar PMK (Dok. Mentan)

MURIANEWS, Surabaya- Sejumlah hewan ternak di dua Kecamatan di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), yakni di Kecamatan Lakarsanti dan Kecamatan Sambikerep, dilaporkan terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Akibatnya, lalu lintas hewan di dua kecamatan tersebut dilockdown.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, penerapan lockdown itu sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian RI No 403/ KPTS/ PK.300/ M/05/2022.

“Jadi bukan hanya DKPP saja yang bergerak, tetapi kami juga perlu support dengan camat dan lurah untuk mengawasi arus keluar masuk ternak di wilayahnya,” kata Antiek, dikutip dari CNNInonesia.com, Jumat (20/5/2022).

Antiek mengatakan pihaknya juga menerjunkan Satgas PMK dan berkoordinasi dengan masing-masing lurah dan camat serta perguruan tinggi untuk melakukan langkah penanganan.

BacaAntisipasi PMK, Pasar Hewan di Grobogan Disisir

Apalagi jelang Hari Raya Iduladha, maka langkah pencegahan harus segera dilakukan agar wabah tak menyebar ke sejumlah kecamatan lainnya.

“Mengantisipasi menjelang perayaan Hari Raya Iduladha. Kami juga berkoordinasi dengan perguruan tinggi yang memiliki bidang kedokteran hewan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penularan virus PMK pada hewan ternak, menurutnya, bukan hanya dilakukan melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan kecamatan, tetapi juga melalui masjid, jagal dan peternak hewan.

BacaKementan Tetapkan Jatim dan Aceh Sebagai Daerah yang Dilanda Penyakit PKM pada Hewan

Sosialisasi itu nantinya dilakukan setiap hari oleh DKPP Surabaya dengan menerjunkan delapan regu ke peternak dan memastikan kepada masyarakat bahwa virus PMK aman bagi manusia.

“Delapan regu itu nanti akan turun melakukan identifikasi, memberikan vitamin untuk hewan ternak yang sehat dan memberikan obat ke hewan ternak yang sakit,” beber Antiek.

Selain itu setiap hewan ternak yang masuk ke Surabaya juga harus dilengkapi dengan surat resmi dari veteriner daerah asal. Hal itu berlaku juga bagi pedagang hewan qurban yang nantinya akan menjual hewan ternak di Kota Pahlawan saat menjelang Iduladha.

“Harus ada surat keterangan sehat dari daerah asal, nanti ada tim kami juga yang melakukan pemeriksaan hewan ternak dan mengeluarkan surat keterangan sehat,” tutupnya.

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...