Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Geger Lahan SDN Dukuhseti 2, DPRD Pati: Jangan Ganggu Proses Pendidikan

Geger Lahan SDN Dukuhseti 2, DPRD Pati: Jangan Ganggu Proses Pendidikan
Lahan SDN Dukuhseti 2 bersengketa dengan Pemdes setempat. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Geger masalah pencaplokan lahan SDN Dukuhseti 2 oleh Pemdes setempat membuat DPRD Kabupaten Pati bereaksi. Mereka minta agar masalah segera diselesaikan.

Permintaan itu digaungkan agar masalah itu tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa. Itu diungkapkan anggota Komisi D DPRD Pati, Muntamah.

“Sebaiknya persoalan ini diselesaikan agar tidak berkepanjangan dan pelayanan serta kegiatan yang lain tidak terganggu terganggu,” ujarnya, Kamis, (19/5/2022).

Baca: [Foto] Lahan SDN Dukuhseti 2 Pati Dicaplok Desa

Berdasarkan informasi yang didapatkannya, permasalahan lahan antara pihak Pemdes dan pihak sekolah ini sudah berlansung lama. Bahkan, sebelum Kades Ahmad Rifa’i yang saat ini menjabat.

“Info yang saya terima, ini pernah dibahas di Setda Kabupaten Pati, sehingga terjadi kesepakatan bersama, antara lain ditetapkan status quo (Pemdes diberikan lahan),” kata Muntamah.

Namun dalam perjalanannya, lanjut Muntamah, pihak sekolah merenovasi pagar baru yang menurutnya tidak perlu dilakukan.

“Sehingga memunculkan permasalahan baru. Kemudian, diselesaikan di kecamatan yang difasilitasi Camat, dan disepakati untuk penambahan lahan bagi Desa. Kegiatan itu diikuti pihak Desa dan SD serta perwakilan korwilcam, dan perwakilan Disdik Kabupaten Pati,” tutur Muntamah.

Sementara itu, Kepala SDN Dukuhseti 2 Supriyadi mengatakan pihaknya sepakat menyerahkan lahan SD lantaran dijanjikan mendapatkan fasilitas pengganti dari pihak desa.

Pihak Pemdes berencana membangun lahan parkir di tanah itu. Ini membuat dua lapangan sepak takraw, area loncat jauh dan parkir sepeda siswa terdampak.

“Dari hasil pertemuan itu diputuskan desa diberikan lahan dari SD dengan catatan secara lisan desa bersedia (mengganti, red). Dalam berita acara tidak tercantum tetapi dari notula saya tertulis,” ungkap Supriyadi.

Namun, hingga saat ini, pihak desa belum memberikan lahan pengganti. Padahal, mereka sudah memulai pembangunan sejak Maret 2022. Saat ini, pembangunan parkir dan pagar SD dihentikan sementara.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

 

Comments
Loading...