Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Polisi Ungkap Kronologi Koki Hantam PSK Pakai Ulekan saat Ngamar di Semarang, Ternyata…

Pelaku Boy Anantyasari, 21, dihadirkan di Mapolrestabes Semarang untuk memberikan keterangan terkait aksinya menganiaya seorang PSK, Rabu (18/5). (Solopos.com/Dickri Tifani Badi)

MURIANEWS, Semarang – Polisi mengungkap kronologi kasus penganiayaan salah satu perempuan yang diduga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) saat ngamar bersama seorang koki di salah satu hotel Semarang, Rabu (11/5/2022)

Korban berinisial S (39) itu dihantam menggunakan muntu atau ulekan batu oleh Boy Anantyasari (21) usai berhubungan badan. Boy sendiri sehari-harinya bekerja sebagai koki di rumah makan.

Baca: Diajak Ngamar, PSK di Semarang Dianiaya Pakai Ulekan Batu

Rupanya, dia sudah berniat untuk menganiaya saat berhubungan badan dengan S. Modusnya, Boy meminta S melayani dengan gaya tertentu. Hal itu bertujuan agar mempermudah pelaku memukul korban dengan muntu.

Parahnya, muntu yang dibawa untuk memukul tersebut sengaja dibawa oleh Boy dari tempat kerjanya.

”Munthu (ulekan batu) diambil dari dalam jaket dan kemudian saya pukul berkali-kali,” ucapnya saat dihadirkan dalam gelar perkara di Polrestabes Semarang seperti dikutip Solopos.com, Kamis (19/5/2022).

Meski begitu, Boy mengaku awalnya memang sengaja masuk kamar hendak langsung menganiaya S. Namun, korban S tidak langsung ke kamar melainkan ke kamar mandi.

”Niatnya memang begitu saat masuk kamar langsung korban dipukul. Tapi ternyata tidak bisa karena korban langsung ke kamar mandi,” ungkapnya.

Baca: Pria Penganiaya PSK saat Ngamar di Semarang Terancam 9 Tahun Penjara

Rencananya, Boy memukul dengan muntu agar korban pingsan. Setelah itu dia ingin menguasai uang dan harta milik korban tanpa harus berhubungan badan.

Muntu yang dibawa dari tempat kerjanya tersebut dipukulkan ke kepala korban. ”Pikir saya kalau dipukul muntu kan tidak tajam jadi kepalanya tidak pecah. Saya bawa muntu dari tempat kerja saya,” katanya.

Boy mengaku memukul wanita PSK itu sebanyak tujuh kali. Penganiyaan berhenti ketika korban berusaha melawan dan keluar kamar. ”Setelah dia buka pintu sudah tidak saya kejar. Jadi selama belum buka pintu masih dipukuli terus,” bebernya.

Alasan Boy menganiaya S karena ingin mengambil uang dan harta milik korban ini guna membayar angsuran sepeda motor. Namun Boy mengaku belum sempat mengambil uang dan harta korban.

”Tapi saya sudah membayar Rp 350 ribu. Kamar juga sudah saya bayar Rp 200 ribu. Kalau cicilan motor Rp 600 ribu. Setelah kejadian saya ke pos satpam dan ulegan saya tinggal di kamar,” terangnya.

Baca: Dua PSK yang Terjaring Satpol PP di Semarang Ternyata Hamil Muda

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan menjelaskan kejadian ini bermula saat pelaku sedang berada di kawasan Poncol pada Rabu (18/5) sekitar pukul 01.45 WIB. Kemudian, pelaku bertemu dengan korban dan sepakat akan booking sebesar Rp 300 ribu, serta Boy juga membayar kamar hotel.

”Keduanya check-in di hotel pada pukul 03.00 dan saat itulah terjadi hubungan intim dengan korban,” paparnya.

Dari situ, lanjutnya, pelaku mulai melakukan aksi kejahatannya dalam posisi menungging, yakni dengan mengambil muntu dari jaket dan memukul korban sebanyak 7 kali.

”Korban lari tanpa perlawanan dan tanpa busana untuk menyelamatkan diri. Korban lari ke resepsionis. Saat itulah korban dilarikan ke rumah sakit,” jelasnya.

Polrestabes Semarang meringkus pelaku pada Rabu (18/5) sekitar pukul 06.00 di hotel itu. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 53 KUHP dan Pasal 351 KUHP.

”Ancaman hukuman masing-masing pasal 9 tahun dan untuk Pasal 53 KUHP dikurangi sepertiga,” pungkasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...