Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Fakta Tentang Penyakit Hepatitis yang Penting Diketahui

Ini Fakta Tentang Penyakit Hepatitis yang Penting Diketahui
Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Kudus– Penyakit hepatitis sebenarnya sudah muncul sejak lama. Namun, akhir-akhir ini, penyakit hepatitis sedang menjadi pusat perhatian dunia.

Hal ini menyusul adanya kasus kematian yang diindikasikan disebabkan oleh penyakit hepatitis misterius. Beberapa orang yang meninggal ini adalah anak-anak.

Terkait kondisi ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah meminta semua pihak untuk mewaspadai kasus hepatitis akut misterius yang kini mulai terjadi di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Mana yang Lebih Sehat? Minum Es Kopi atau Kopi Panas, Ini Jawabannya

Melansir dari laman Hello Sehat, hepatitis adalah istilah medis yang digunakan untuk kondisi terjadinya peradangan pada hati. Hingga saat ini, masih banyak mitos dan desas-desus terkait hepatitis yang masih beredar luas. Penting bagi Anda mengetahui fakta penyakit peradangan hati ini sehingga bisa melakukan penanganan dan pencegahan hepatitis yang tepat.

Beragam fakta penting mengenai hepatitis:

1. Hepatitis umumnya muncul akibat virus

Sebagian besar kasus hepatitis berasal dari infeksi virus. Ada lima jenis virus hepatitis yang bisa menjangkiti manusia, yaitu:

  • hepatitis A,
  • hepatitis B,
  • hepatitis C,
  • hepatitis D, dan
  • hepatitis E.

Menurut data dari Global Burden of Disease yang dilansir melalui situs Our World in Data, Indonesia menduduki peringkat teratas untuk angka kematian akibat hepatitis, yakni 2,14 kematian per 100 ribu jiwa pada tahun 2019.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO memperkirakan bahwa sebagian besar kasus hepatitis di Indonesia berasal dari infeksi virus hepatitis B, yakni sebesar 257 juta jiwa. Penyebab kasus terbanyak selanjutnya diikuti dengan infeksi virus hepatitis C, yaitu sebanyak 71 juta penduduk.

2. Hepatitis bisa menyebabkan kanker liver

Fakta hepatitis yang perlu Anda pahami selanjutnya adalah peradangan hati bisa meningkatkan risiko terkena kanker liver. Bagaimana penjelasannya?

Jika berlangsung dalam waktu lama atau kronis, peradangan liver akibat infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C akan menimbulkan jaringan parut. Kondisi ini disebut dengan sirosis hati. Jaringan ini merupakan jaringan tambahan yang tidak normal pada liver.

Jika terus berlanjut, jaringan abnormal ini lama-kelamaan berubah menjadi ganas. Jaringan ganas inilah yang akhirnya menyebabkan kanker liver.

3. Hepatitis bisa muncul akibat air kotor

Jika suatu lingkungan memiliki akses air terbatas, ada kemungkinan bahwa air yang tersedia tercemar oleh feses. Fakta yang perlu Anda pahami beberapa jenis virus hepatitis ternyata menyebar melalui feses, yakni virus hepatitis A dan hepatitis E.

Saat Anda meminum atau menyentuh air tercemar, besar kemungkinan bahwa kedua virus ini tertelan. Penularan infeksi ini disebut juga dengan rute fecal-oral. Hal inilah yang membuat hepatitis merupakan salah satu penyakit akibat pencemaran air.

Selain itu, sayur, buah, serta daging yang dicuci menggunakan air tercemar meningkatkan penyebaran virus hepatitis A dan hepatitis E. Oleh karena itu, pastikan Anda rutin mencuci tangan, mencuci bahan makanan, serta meminum air matang agar mengurangi risiko hepatitis.

4. Virus hepatitis bisa menyebar sebelum Anda merasa sakit

Pada dasarnya, seluruh jenis virus hepatitis memiliki masa inkubasi, yaitu rentang waktu Anda terkena virus hepatitis hingga Anda mengalami gejala-gejalanya. Selama masa inkubasi Anda bisa menularkan virus hepatitis, tetapi Anda belum tentu merasakan gejala apa pun.

Inilah fakta tentang rata-rata masa inkubasi pada setiap jenis virus hepatitis.

  • Hepatitis A: 28 hari.
  • Hepatitis B: 90 hari.
  • Hepatitis C: 2 minggu hingga 6 bulan.
  • Hepatitis D: 2 hingga 8 minggu jika muncul akibat hepatitis B kronis, 90 hari jika virus hepatitis B dan hepatitis D menginfeksi serentak.
  • Hepatitis E: 6 minggu.

5. Mengendalikan berat badan dapat mengurangi risiko hepatitis

Memang, telah diketahui fakta hepatitis sebelumnya bahwa sebagian besar kasus hepatitis berasal dari infeksi virus. Akan tetapi, ada pula salah satu penyebab hepatitis yang bukan berasal dari infeksi, yaitu menumpuknya lemak pada hati atau perlemakan hati (hepatic steatosis).

Penyebab perlemakan hati biasanya diakibatkan konsumsi alkohol berlebih. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh kegemukan dan tumpukan lemak berlebih pada perut.

Saat lemak mengumpul, liver menganggap bahwa lemak merupakan racun yang berbahaya. Hal ini membuat liver meradang dan hepatitis pun muncul. Ketika kondisi menjadi kronis, peradangan ini menyebabkan jaringan parut dan sirosis hati pun muncul.

Oleh karena itu, mengurangi berat badan dan lingkar pinggang membantu mengurangi risiko hepatitis akibat perlemakan hati.

6. Alat-alat pribadi bisa menularkan hepatitis

Telah diketahui fakta sebelumnya bahwa hepatitis bisa menular melalui benda-benda yang terkontaminasi feses dengan virus hepatitis. Ternyata, ada pula beberapa jenis virus hepatitis yang menular melalui darah dan cairan tubuh (cairan vagina, air mani, dan liur), yaitu virus hepatitis B dan hepatitis C.

Memang, banyak imbauan untuk menerapkan perilaku seks aman dan tidak berbagi jarum suntik agar mengurangi penyebaran hepatitis. Sebenarnya, barang-barang pribadi pun rentan menularkan hepatitis jika dipakai bersamaan, seperti sikat gigi, pisau cukur, serta alat perawatan kuku.

Kedua barang-barang ini sebenarnya juga rentan menimbulkan luka tak kasat mata yang bisa menyebarkan virus hepatitis. Virus hepatitis B dan hepatitis C bisa terdapat pada darah yang mengontaminasi alat-alat pribadi ini.

7. Tidak mengalami penyakit kuning bukan berarti tidak terkena hepatitis

Fakta hepatitis sebelumnya menyatakan bahwa Anda bisa saja terkena hepatitis meski belum mengalami beberapa gejalanya. Hal ini dikarenakan adanya periode inkubasi.

Salah satu gejala hepatitis adalah mengalami penyakit kuning, yakni timbulnya warna kekuningan pada bagian mata, kulit, dan membran mukosa. Meski demikian, tidak selalu hepatitis menunjukkan gejala ini.

Ada dua kemungkinan mengapa hal ini bisa terjadi. Pertama, Anda bisa saja berada pada fase kedua hepatitis atau fase prodromal. Pada fase ini, Anda sudah mengalami berat badan turun, mual muntah, mudah lelah, dan demam. Akan tetapi, penyakit kuning belum muncul.

Penyakit kuning baru muncul setelah Anda berada pada fase ketiga atau fase ikterik. Selain tubuh tampak kuning, Anda mungkin melihat urine menggelap dan feses berwarna pucat.

Penyebab kedua adalah kondisi yang juga disebut dengan hepatitis anikterik atau hepatitis tanpa penyakit kuning. Kondisi ini biasa ditemukan pada pasien yang terinfeksi virus hepatitis C dan anak dengan hepatitis A. Gejala yang biasa ditunjukkan adalah timbul tanda-tanda flu ringan.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...