Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tips Aman Minum Obat Pereda Nyeri Tanpa Efek Samping, Catat ya!

Tips Aman Minum Obat Pereda Nyeri Tanpa Efek Samping Catat ya

Foto: Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus– Rasa nyeri sering dialami semua orang karena berbagai faktor. Untuk meredakan rasa nyeri ini, terkadang orang perlu minum obat.

Meski demikian, perlu diperhatikan saat minum obat nyeri ini. Sebab, obat pereda nyeri tidak berbeda dengan obat pada umumnya yang memiliki manfaat sekaligus efek samping.

Melansir dari laman Hello Sehat, obat pereda nyeri terdiri atas berbagai golongan dan jenis. Setiap golongan ditujukan untuk kondisi tertentu dengan efek sampingnya masing-masing.

Baca juga: Kenali Tanda Gula Darah Terlalu Tinggi dan Cara Tepat Mengatasinya

Agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal dan terhindar dari efek samping, berikut adalah sederet tips minum obat pereda nyeri untuk Anda:

1. Memahami dosisnya

Setiap jenis obat pereda nyeri yang Anda minum memiliki dosisnya masing-masing. Dosis tersebut terdiri atas dosis sekali minum dan dosis maksimum dalam sehari.

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa jenis obat pereda nyeri yang paling umum dan anjuran dosisnya:

  • Paracetamol: 500-1.000 mg sekali minum, maksimum 4.000 mg dalam sehari.
  • Ibuprofen: 200-400 mg sekali minum, maksimum 1.200 mg dalam sehari.
  • Naproxen: 250 gram sekali minum, batas harian bervariasi antara 500-1.000 mg sesuai kondisi.
  • Asam mefenamat: 500 mg sekali minum, maksimum 1.500 mg dalam sehari.
  • Codeine: 15-60 mg sekali minum, maksimum 360 mg dalam sehari.

2. Memberi tahu dokter jika Anda mengonsumsi obat lain

Tips satu ini sering dilewatkan saat Anda hendak minum obat pereda nyeri. Padahal, obat pereda nyeri dapat berinteraksi dengan obat lain. Misalnya, ibuprofen yang diminum bersamaan dengan obat antihipertensi malah bisa meningkatkan tekanan darah.

Obat dan suplemen yang Anda konsumsi bisa jadi belum tercatat dalam rekam medis. Atau, dokter mungkin tidak menyadari potensi interaksi dengan obat yang Anda minum secara rutin.

Itu sebabnya, ketika Anda ke dokter, pastikan Anda menginformasikan obat apa saja yang tengah Anda minum demi menghindari interaksi obat.

3. Memahami efek sampingnya

Efek samping obat pereda nyeri bervariasi tergantung jenisnya. Misalnya, ibuprofen dan aspirin yang tergolong dalam obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, pusing, dan masalah pencernaan.

Dokter mungkin tidak akan menyarankan NSAID jika Anda memiliki riwayat penyakit asam lambung, migrain kronis, atau penyakit jantung. Dengan memahami tips yang satu ini saat minum obat pereda nyeri, Anda dapat memilih obat dengan efek samping paling ringan.

4. Mengikuti anjuran penggunaan

Minum obat pereda nyeri tentu harus sesuai anjuran dokter. Anda harus mengikuti dosis yang diberikan, batas aman konsumsi, serta ketentuan kapan harus minum obat.

Jangan menambahkan dosis atau menghentikan penggunaan obat tanpa sepengetahuan dokter. Jika obat yang Anda konsumsi tidak lagi ampuh meredakan nyeri, diskusikan masalah ini dengan dokter sebelum memilih obat pereda nyeri lain.

5. Tidak menggunakan resep milik orang lain

Tips lain yang harus Anda cermati saat minum obat pereda nyeri adalah fokus pada resep obat Anda. Resep obat diberikan sesuai kondisi medis Anda, baik dari segi riwayat penyakit, alergi, serta aspek lainnya.

Jangan menggunakan resep obat orang lain, sekalipun Anda menggunakan obat pereda nyeri yang sama dengannya. Kondisi kesehatan Anda dan orang lain mungkin saja berbeda. Anda tidak mengetahui interaksi obat yang mungkin terjadi atau efek sampingnya terhadap kesehatan Anda.

Setiap orang yang mengonsumsi obat pereda nyeri harus mengikuti tata cara pemakaian obat yang tepat. Tujuannya jelas untuk mengoptimalkan fungsi obat dan mengurangi efek sampingnya.

Selain menerapkan tips di atas, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum dan selama minum obat pereda nyeri. Konsultasi sangat membantu untuk menentukan jenis obat pereda nyeri yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.