Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dipusatkan di Candi Borobudur, Begini Sakralnya Ritual Waisak Umat Budha

ilustrasi

MURIANEWS, Magelang — Perayaan Hari Waisak yang dipusatkan di Candi Borobudur berhasil memikat banyak wisatawan. Salah satunya, penerbangan ribuan lampion ke langit.

Sebelum penerbangan lapion, ada beragam tahapan ritual yang harus dilakukan oleh umat Budha. Melansir Solopos.com, Kamis (12/5/2022) lalu saat hari-H, ritual Waisak di Candi Borobudur diawali dengan berkumpulnya umat Budha di Taman Lumbinim, kompleks Taman Wisata Candi Borobdur.

Mereka biasanya mengawali dengan kegiatan bakti sosial yang dipimpin oleh Walubi, organisasi umat Budha di Indonesia.

Namun jauh sebelum itu, para umat Budha beberapa hari sebelumnya sudah melakukan beberapa ritual, di antaranya mengambil aiur suci dari mata air di Jumprit, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Air ini kemudian disimpan ke dalam Candi Mendut yang lokasinya tidak jauh dari Candi Borobudur.

Kemudian ritual yang kedua adalah menyalakan obor Waisak dengan mengambil api dari Api Abadi Mrepen, di Desa Mrepen, Kabupaten Grobogan. Api ini juga akan disimpan di Candi Mendut terlebih dahulu. Lalu ada ritual Pindapatta, ritual di mana para biarawan Budha menerima persembahan makanan dari para umat Budha.

Pada ritual ini, biarawan akan berjalan menunduk sambil membawa mangkuk yang nantinya akan diisi oleh umat secara sukarela. Filosofi ini bermakna memberi dan menerima.

Kemudian dilanjutkan para Biksu dan jemaat memulai upacara dengan berdoa di Candi Mendut dan berjalan kaki menuju Candi Borobudur sambil membawa api abadi, air suci dan simbol Budha yang telah dijaga ketat di Candi Mendut dan semuanya itu akan diletakan di altar utama yang telah disiapkan pada sisi barat Candi Borobudur.

Lalu ada ritual Pradaksina, ritual sembayang dengan bergerak searah jarum jam. Pada ritual ini akan dinyalakan lilin dengan diiringi nyanyian Puja Ghat Visaka oleh para umat. Terakhir dan yang dinantikan oleh semua umat dan pengunjung Candi Borobudur pada saat perayaan Waisak adalah pelepasan lampion ke langit.

Sebelum melepaskan lampion, para umat akan berdoa kepada Tuhan dan kemudian lampion dilepaskan dengan dipimpin para Biksu. Setiap tahunnya, ribuan lampion yang terbuat dari kertas diterbangkan hingga menghiasi langit malam sehingga terlihat seperti kumpulan rasi bintang.

Pada perayaan Waisak sebelum Pandemi, pelepasan lampion ini dilakukan dengan menggunakan lampu LED sehingga terlihat lebih indah. Setelah ritual selesai, acara perayaan Waisak di Candi Borobudur biasanya dilanjutkan dengan pertunjukan seni dan budaya

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...