Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Progres Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 sudah Capai 80,63 Persen

Progres Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 2 sudah Capai 80,63 Persen
Foto: Pembangunan jalan tol Semarang-Demak (bpjt.pu.go.id)

MURIANEWS, Kudus– Pembangunan jalan tol terus dilakukan pemerintah sejak tahun 1975. Selain di luar Jawa, pembangunan jalan tol baru juga dilaksanakan di pulau Jawa.

Salah satunya adalah pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Pembangunan jalan tol ini akan semakin melengkapi konektivitas utara pulau Jawa.

Melansir informasi dari laman Badan Pengatur Jalan Tol, Sabtu (14/5/2022), saat ini Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak khusus Seksi 2 progresnya telah mencapai 80,63 persen dan ditargetkan selesai konstruksi pada akhir tahun 2022 mendatang.

Baca juga: Inovasi Teknologi Sosrobahu, Mahakarya Asli Indonesia untuk Pembangunan Jalan Layang yang Mendunia

Setelah rampung, kehadiran jalan tol yang terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang ini diharapkan setelah rampung akan semakin mendukung pertumbuhan pusat ekonomi baru di Provinsi Jawa Tengah.

Bukan hanya itu, jalan tol ini juga akan difungsikan sebagai penahan banjir rob, serta mengatasi banjir dan genangan air yang selama ini menjadi permasalahan ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang sering terjadi di sekitar Semarang.

Jalan tol dengan panjang 27 Km ini memiliki dua seksi. Yakni Seksi 1 (Semarang/Kaligawe-Sayung) sepanjang 10,69 km porsi pemerintah yang ditargetkan selesai konstruksinya pada tahun 2024 mendatang.

Sementara untuk Seksi 2 (Sayung-Demak) sepanjang 16,31 Km yang merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak.

Selain itu, Jalan Tol Semarang – Demak akan memiliki 2 buah simpang susun (SS). Yakni, SS Sayung, dan SS Demak. Konstruksi Jalan Tol Semarang – Demak juga menggunakan produk dalam negeri berupa beton precast yang diproduksi oleh PT WIKA Beton.

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terintegrasi tanggul laut dengan struktur timbunan di atas laut juga diperkuat oleh matras bambu setebal 17 lapis. Selain sistem matras bambu, penguatan kondisi tanah dilakukan juga dengan cara pemasangan material pengalir vertikal pra-fabrikasi atau PVD serta melaksanakan pembebanan menggunakan material pasir laut yang diambil menggunakan alat Trailing Suction Hopping Dredger atau TSHD.

Dalam upaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dari pembangunan Tol Semarang – Demak, Kementerian PUPR juga bekerja sama dengan pemerintah daerah menyiapkan program relokasi lahan mangrove yang berada di sekitar  pembangunan Seksi 1 Tol Semarang – Demak ruas Semarang – Sayung. Terdapat tiga lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan total luas kurang lebih 46 hektar.

Upaya pelesatarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan mangrove sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa serta melindungi daerah garis pantai, termasuk mengurangi risiko abrasi.

Bukan hanya sebagai paru-paru segar di wilayah sekitar, sistem akar pohon bakau yang kokoh juga semakin membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar, yang melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: bpjt.pu.go.id

Comments
Loading...